Pulau Kei Kecil adalah salah satu pulau terbesar dari seratus lebih pulau yang terdapat di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Seperti gugus lainnya di Kepulauan Kei, tak diragukan lagi Kei Kecil memiliki keindahan bahari yang memukau. Lautan biru sebening kristal, nyiur melambai, pesisir pasir putih tak berujung. Belum lagi keragaman bawah lautnya yang masih terjaga.

Saya beruntung, saat menjelajahi Pulau Kei Kecil pada bulan Mei, cuaca lumayan bagus. Selain itu, saya dan kawan-kawan menginap di Villa Monica di Desa Ngilngof yang berada tepat di pintu masuk Pantai Ngurbloat. Jalan kaki dua menit langsung tiba di pantai memesona. Namun, bukan hanya Ngurbloat yang ketenarannya melejit hingga mancanegara, masih ada pantai-pantai lain di Pulau Kei Kecil yang akan membuat mata berbinar-binar.

Berikut ini empat pantai di Pulau Kei Kecil yang pernah saya kunjungi, yang hanya mewakili sebagian saja dari keindahan berbagai pantai yang mengelilingi pulau ini.

1. Pantai Ngursarnadan

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Pantai Ngursarnadan di Pulau Kei Kecil.

Ini adalah pantai pertama yang saya datangi begitu menginjak Pulau Kei Kecil, lokasinya tak jauh dari penginapan, sekitar lima belas menit dengan mobil. Pantai Ngursarnadan terletak di Desa Ohoililir, Kecamatan Kei Kecil. Ia masih segaris dengan Ngurbloat, jaraknya sekitar 18 kilometer dari bandara di Langgur. Coaster Cottage yang selalu penuh pengunjung, terutama oleh orang asing, berada di pantai ini.

Sinar matahari terik betul ketika saya tiba di pantai yang dibarisi pohon kelapa ini. Pondok-pondok yang berada di tepian menjadi pelarian. Saya duduk sejenak, menikmati laut yang menyilaukan dan angin sepoi. Rasa-rasanya ingin tidur siang saja andaikan punya waktu tak terbatas. Tentu itu tidak terjadi. Saya dan kawan-kawan heboh berlari ke sana-kemari. Satu demi satu pohon dipotret, juga perahu, juga kaki-kaki telanjang di pasir putih nan halus.

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Pasir putih dan langit biru khas Pulau Kei Kecil.
ohelterskelter.com pulau kei kecil
Bersihnya Pantai Ngursarnadan.

2. Pantai Madwaer

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Pantai Madwaer yang menakjubkan.

Pantai Madwaer berada di Desa Madwaer di Kecamatan Kei Kecil Barat. Letaknya lumayan jauh dari penginapan, sekitar satu jam lebih dengan mobil, bahkan lebih. Menuju Madwaer, saya menumpang angkot sewaan yang jalannya seperti sapi, berganti posisi dengan kawan lainnya yang asyik mendengkur di Avanza yang melenggang di depan. Kalau kaset bisa memiliki puluhan side, maka angkot ini sudah memutar lagu hingga side Z. Mulai dari lagu Bon Jovi, lagu Vierza, lagu dangdut terong dicabein, hingga lagu Rusia yang tak jelas artinya. Variatif betul selera musik sang supir.

Saya pun membayang-bayangkan lobster seksi yang akan segera kami santap di pantai. Sang supir, yang juga merangkap pemandu, mengajak kami untuk perbaikan gizi. Pesta lobster. Kami semua tak sabaran, walaupun wajah cemong-cemong karena terpaan debu dari aspal yang remuk bercampur tanah. Setelah berulang kali “sudah dekat” jadi penghibur hati, kami tiba di desa kecil khas Kepulauan Kei. Dengan jalan setapak terbuat dari semen yang gompal di sana-sini dan jajaran rumah sederhana seperti di buku gambar anak-anak, dengan pagar yang tersusun dari bambu atau kayu yang dipacakkan.



Anak-anak berlarian menyambut dua mobil yang berhenti petang itu, kemudian supir kami, Bang Ari, berjalan menenteng parang. Bang Ari adalah lulusan pascasarjana Hukum di Trisakti. Ternyata ia dan bapak-bapak di sana hendak memanjat pohon kelapa. Baru kali itu saya menemukan kelapa muda yang airnya benar-benar manis, bahkan dagingnya seperti jeli.

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Pantai Madwaer yang sepi.
ohelterskelter.com pulau kei kecil
Gemasnya anak Desa Madwaer.
ohelterskelter.com pulau kei kecil
Menunggu senja.
ohelterskelter.com pulau kei kecil
Bersenang-senang di Pantai Madwaer.

Antara desa dan pantai berdiri tembok rendah semacam tanggul. Saya menuruni tangga, lalu terkejut dengan hamparan pasir putih yang begitu indah. Bayang-bayang nyiur terpantul di pasir bagaikan berkaca di cermin. Sungguh, pemandangan inilah yang membuat saya betah berlari dari satu pantai ke pantai lainnya.

Ombak cukup besar, tetapi tak mampu menghalangi keriaan anak-anak yang bermain air. Saya memandangi mereka dari tempat saya duduk, dengan kaki terkubur dalam pasir. Beberapa anak juga ikut bermain bersama kami, mungkin sudah lama mereka tak melihat pendatang. Pantai Madwaer adalah pantai kesayangan saya di Pulau Kei Kecil.




Oh iya, kami tak jadi makan lobster karena nelayan tak melaut akibat ombak besar. Duh!

3. Pantai Ohoidertawun

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Pantai Ohoidertawun.

Kami tanpa sengaja datang ke Pantai Ohoidertawun. Bang Ari tak bisa mengantar keliling pada hari kedua. Pagi itu ia mengutus orang lain. Setelah mendaki ringan ke Bukit Masbait, rencana berikutnya adalah bermain di sabana tak jauh dari bukit tertinggi di Kei Kecil itu. Tapi apa daya, supir kami malah mengantar ke Savannah Cottage, yang ternyata berada di pinggir Pantai Ohoidertawun. Ia salah mengartikan padang rumput sebagai tempat molor.

Namun, kami bersyukur. Pantai yang juga berpasir putih ini tak kalah indah dengan pantai-pantai sebelumnya. Konturnya landai dan saat surut, air menjorok hingga 200 meter ke laut, cocok menjadi lapangan bola. Karena itu pula di sinilah tempat berlangsungnya Festival Meti Kei, ketika air laut surut amat jauh.

Di sini juga terdapat pondok-pondok untuk bersantai. Berbeda dengan Madwaer yang bagaikan pantai pribadi, Ohoidertawun cukup ramai karena terdapat beberapa homestay. Selain itu, di sebelah timur pantai terdapat tebing karang yang di dindingnya tertera lukisan purba yang menggambarkan sosok manusia, binatang, perahu, dan lain-lain. Sayang, kami tak sempat melihatnya karena buru-buru pulang untuk menyeberang ke pulau lain.

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Pohon kelapa di Kei sangat subur.
ohelterskelter.com pulau kei kecil
Ngadem dulu.

4. Pantai Ngurbloat

pulau kei kecil
Pantai Ngurbloat yang termahsyur.

Seperti yang sudah saya sebutkan, Pantai Ngurbloat, yang juga disebut Pasir Panjang—kata ngur berarti ‘pasir’, berada tepat di depan penginapan. Karena begitu dekat, saya selalu menunda-nunda singgah ke pantai ini. Barulah pada petang terakhir di Kei Kecil, saya dan kawan-kawan mengunjungi pantai yang dielu-elukan sebagai pantai dengan pasir putih terhalus di dunia ini.

Budi, teman saya yang hitam-manis dan sukses lari pagi di sana, sudah siap dengan botol plastiknya. Untuk menyimpan pasir putihnya, ujarnya, seperti yang terdapat di vas-vas bunga yang dipajang di ruang tamu penginapan. Setelah mengoleskan losion di kulit yang gosong, saya menyusul ke pantai. Di jalan, anak-anak Desa Ngilngof asyik bermain panjat pohon. Saya tak melewatkan kesempatan untuk bercanda dengan mereka. Jujur saja, desa ini sepi sekali, jarang betul saya melihat orang lalu lalang.

Saya sampai pada saat yang tepat di pantai. Sinar matahari merambat turun, luruh ke laut. Lambaian nyiur tinggal bayangan di pasir, sosok manusia tinggal siluet. Sungguh, benar sekali apabila Ngurbloat disebut sebagai  pantai terindah di Pulau Kei Kecil. Pohon-pohon kelapa yang bersusun di pinggirnya bagaikan ditata oleh ahli kebun dari  Versailles.

Pasir putihnya sehalus bedak sampai-sampai saya ingin membalurkannya ke wajah. Ombaknya tenang, konturnya landai dan pesisirnya tiada berujung. Pantai Ngurbloat benar-benar tempat yang tepat untuk menyaksikan matahari tenggelam, dan tak hanya itu, apa pun yang kita lakukan di sini saya rasa akan menjadi seratus kali lipat lebih menggembirakan.

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Mari bersantai.
pulau kei kecil
Indahnya Ngurbloat.
ohelterskelter.com pulau kei
Wajib selfie!
ohelterskelter.com pulau kei
Anak-anak Ngilngof.

Sambil menunggu matahari tenggalam, saya dan kawan-kawan menari-menari. Memanjakan kaki di atas pasir, sesekali berbaring dan berputar-putar. Saya mengambil cangkang kerang yang tergeletak, menjadikannya alat untuk menulis di pasir. Awan bergeser, matahari bagaikan tersaput kabut. Orang-orang biasanya akan kecewa menyaksikan matahari yang ternyata tertutup awan. Saya tak begitu.

Pantai ini, dengan ada dan tiadanya adegan matahari meluncur, tetap menjamu saya dengan senjanya yang cantik. Senjanya yang akan terus terkenang-kenang. Hingga saya undur diri, menyusuri pasirnya yang menempel di kaki dan pulang. Malamnya, saya berkhayal kapan akan kembali lagi Pulau Kei Kecil.

ohelterskelter.com pulau kei kecil
Senja di Ngurbloat menutup perjalanan kami.