Siapa yang tak kenal nama Akihabara? Apalagi buat para cowok pencinta anime dan manga ataupun penggemar AKB48 dan titisannya, JKT48. Ya, Akihabara adalah nama salah satu distrik di pusat Tokyo yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan komputer, video games, anime, dan manga. Yah, semacam Glodok atau Mangga Dua, tapi dalam versi yang sangat-sangat jauh lebih keren.

Nama Akihabara merupakan kependekan dari Akibagahara (Autumn Leaf Field), yang berasal dari kata Akiba (Fire-Controlling God). Tempat ini disebut Akiba karena pada tahun 1869 pernah terjadi kebakaran hebat di sini dan masyarakat pun membangun sebuah kuil bernama Chinkasha, yang berarti kuil pemusnah api, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Kuil ini kemudian populer disebut sebagai Akiba, begitu pula area di sekitarnya.

Akihabara mendapat sebutan Akihabara Electric Town tidak lama setelah masa Perang Dunia II karena terkenal sebagai pusat perbelanjaan peralatan elektronik dan barang-barang black market. Kini Akihabara juga terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Otaku. Otaku adalah istilah bagi para penggemar berat anime dan manga di Jepang. Kepopuleran Akihabara sebagai pusat Otaku menyebar hingga seluruh dunia. Tak heran bila penggemar anime dan manga dari berbagai negara datang ke sini dan menganggap Akihabara sebagai tempat keramat mereka. Di sini juga sering diadakan acara Cosplay dan muda-mudi Jepang datang dengan kostum-kostum andalan mereka. Ada Sailor Moon, Kenshin Himura, Mortal Kombat, Street Fighter, Raiden, dan lain-lain.

Gedung-gedung dan suasana di Akihabara pun seperti membawa kita ke dalam dunia manga. Begitu keluar dari stasiun, saya disambut oleh deretan papan iklan dan neon box anime dan manga. Lebih serunya, pada hari minggu jalan utama di sini, Chuo-Dori, ditutup untuk kendaraan bermotor dari pukul 13.00 hingga 18.00 atau pukul 17.00 pada bulan Oktober hingga Maret.

Akihabara
Selamat datang di Akihabara!
Akihabara
Gamers, pusat anime dan manga

Akihabara sangat mudah dijangkau dengan kereta api. Dari Shinjuku Station, naik kereta JR Chuo Line dan transit di Ochanomizu Station lalu naik JR Sobu Line dan turun di Akihabara Station. Kalau dari Tokyo Station, naik kereta JR Yamannote atau Keihin-Tohoku Line. Perjalanan hanya sekitar 3 menit dan tiketnya 130 yen. Lalu, apa saja yang bisa kamu temukan di pusat elektronik terkemuka di Tokyo ini? Berikut daftarnya.

  • Toko Anime dan Manga

Ada pula yang menyebut Akihabara sebagai Mecca of Otaku. Ya, di sini para Otaku bisa menemukan berbagai barang koleksi anime atau manga favorit mereka, mulai dari film, video games, CD, stationery, software, boneka, dan lain-lain. Salah satu toko yang terkenal adalah Gamers. Selain itu, kamu juga bisa mampir ke Don Quijote, toko serba ada yang menjual barang elektronik, mainan, hingga fashion item. Di sinilah grup AKB48 biasa manggung setiap hari di teaternya di Lantai 8 (tiket 3.000 yen). Kalau kamu ingin mencari barang koleksi anime dan manga yang langka, seperti action figure, boneka, poster, CD, dan mainan, kamu bisa mampir ke Mandarake. Toko yang menyebut dirinya sebagai “Toko Anime dan Manga Terbesar di Dunia” ini khusus menjual barang pre-owned. Kamu pasti akan menemukan barang koleksi nan unik di sini.

Akihabara
Don Quijote
Akihabara
Beragam cction figure di salah satu toko anime
  • Toko Video Games 

Di Akihabara terdapat berbagai toko yang menjual video games (mulai dari games SEGA hingga PlayStation), baik bekas maupun baru, dan beragam aksesori game. Sebut saja games yang kamu cari kepada pemilik toko kalau kamu kesulitan mencari. Sebab, toko-toko di sini biasanya dipenuhi rak-rak dengan deretan games yang membludak. Harganya tentu bervariasi, yang pasti tidak akan membuat dompet bolong. Kalau berniat mencari video games consoles atau video games jadul, kamu bisa ke Toko Super Potato.



Akihabara
Deretan toko video games di Chuo-Dori
  • Toko Elektronik

Barang elektronik yang paling banyak dijual adalah komputer, kamera, televisi, handphone, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Ada juga beberapa toko yang menjual barang second-hand. Setelah keluar masuk beberapa toko, saya lihat harga barang elektronik di sini memang lebih murah daripada di tempat lain (hemat hingga 20%), misalnya untuk harga kamera dan aksesori kamera. Kalau mau beli sesuatu, tanyakan dulu kepada pemilik toko apakah barang itu bisa dipakai di luar negeri atau tidak, karena ada perbedaan voltase atau masalah teknis lainnya. Kalau mau beli handphone juga harus tanya dulu karena biasanya hanya bisa dipakai di Jepang. Tapi, ada beberapa toko yang menjual barang yang bisa dipakai di luar negeri, misalnya untuk DSLR Canon dan Nikon. Kamu juga bisa mendapat harga duty free kalau menunjukkan paspor. Salah satu toko yang menjual barang elektronik duty free adalah Laox. Pokoknya, harus banyak bertanya kalau memang mau belanja.

Akihabara
Laox Duty Free Flagship Store
  • Maid Café

Maid Café adalah cosplay theme restaurant dan pub yang berdiri di Akihabara sejak sekitar tahun 1999. Sesuai namanya, para pelayan wanita di kafe ini berpakaian ala French maids dan terkadang mengenakan bando telinga kelinci atau kucing agar semakin menarik. Mereka bisa menemani pengunjung untuk mengobrol tentang games dan menjamu kita dengan sebutan Master. Jika kamu berjalan-jalan di Akihabara, jangan heran kalau ada wanita berkostum unik menghampiri kamu dan memberikan brosur kafe mereka. Kamu wajib mampir ke salah satu kafe di sini, kapan lagi bisa jajan-jajan sambil mengamati cewek-cewek Jepang nan cantik berkostum cute.

Menu yang disediakan biasanya tidak terlalu berat, mulai dari kue-kue, es krim, omurice (nasi yang dibungkus omelet), dan spageti. Minumannya yang tersedia antara lain minuman soda, teh, susu, kopi, atau bir. Selain mengganjal perut dan menghibur mata, kamu juga bisa memesan foto Polaroid dengan para cute maid. Ada juga beberapa kafe yang menyediakan hiburan tambahan berupa video games, permainan kartu, dan pijat tangan dan kaki. Jika ingin ke kafe dengan maid yang bisa berbahasa Inggris, cobalah ke @Home Café di Lantai 5 Toko Don Quijote.




Akihabara
Salah satu maid cafe di Chuo-dori
  • Gundam Café

Kafe ini dibangun karena kepopuleran serial animasi Gundam. Di sini kamu bisa memesan makanan dan minuman bertema Gundam. Ada juga toko suvenir yang menjual berbagai barang dengan karakter Gundam. Kafe yang sangat populer ini juga wajib dikunjungi.

Akihabara
Gundam Cafe berada tepat di bawah Stasiun Akihabara
Akihabara
Mau pesan apa?
Akihabara
Jangan dibawa pulang!
  • AKB48 Café & Shop

Nah, ini dia yang tak boleh dilewatkan! Kafe ini tepat berada di sebelah Gundam Café. Kamu wajib mampir kalau mengaku fans AKB48. Sama seperti Gundam Café, makanan dan suvenir yang dijual di sini juga bertema sesuai namanya. Di sini terdapat ruang teater tempat para anggota AKB48 akan menghibur kamu apabila sedang memiliki jadwal manggung.

Akihabara
AKB48 Cafe & Shop
  • Adult Shop

Berhubung budaya Otaku identik dengan cowok, tak heran apabila di sini kamu bisa menemukan toko yang menyediakan barang-barang yang dicintai para cowok (iya, kan!), yaitu barang-barang yang berkaitan dengan seks. Ya, pornografi bukanlah hal yang dianggap tabu di Jepang. Di sini kamu bisa dengan sangat mudah menemukan barang-barang porno yang kamu inginkan, misalnya majalah, komik, DVD, hingga sex toys dan kostum-kostum seksi beragam profesi, misalnya suster dan polisi. Tak perlu malu-malu kalau mampir di toko ini, biasanya setiap lantai memiliki kategori sendiri, misalnya lantai satu khusus menjual perlengkapan seks untuk cowok, lantai dua untuk cewek, lantai tiga untuk DVD dan komik, dan lain-lain. Pokoknya one stop shopping for all your sex needs!

Akihabara
Siapa yang mau ke sini?
Akihabara
Pachinko di sudut jalan Chuo-dori

Sebenarnya masih banyak lagi hiburan yang bisa kamu temukan di Akihabara, misalnya Pachinko. Pachinko adalah mesin games asli Jepang yang lebih terkenal sebagai permainan judi karena pemainnya bisa mendapatkan token yang bisa ditukar dengan uang. Di Indonesia permainan semacam ini sempat booming di tahun ’90-an dan disebut Games Ketangkasan atau Bar-bar (Jackpot). Bagaimana? Tertarik, kan, berkunjung ke Akihabara? Sayangnya, hari sedang hujan ketika saya ke sana dan acara jalan-jalan dan foto-foto pun jadi kurang memuaskan. Kalau bertandang ke Tokyo lagi lain waktu, saya berniat datang di malam hari. Neon box yang berwarna-warni di sepanjang Akihabara tentunya akan terlihat sangat meriah di malam hari.

*As published in Maxim Indonesia Magazine August 2014 issues.