“…where Robinson Crusoe finally find luxury…”

 

Saya tentunya tak sedang terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Tak pula lantas menemukan sebuah oasis di tengah dahaga.

Setelah bolak-balik mengecek laman pencarian hotel, saya dan Tama memesan sebuah vila pribadi di Les Villas Ottalia, penginapan berkonsep ramah lingkungan yang berlokasi di  Gili Meno. Tak sabar rasanya ingin menyaksikan kemewahan–katanya, sih, begitu–yang ditawarkan penginapan ini untuk liburan bulan madu kami.



Sayangnya, awal liburan kami tak selancar dugaan. Usai pesta pernikahan hari sebelumnya, saya sakit karena terlambat makan. Kepala bagai dihantam palu dan perut tak henti-hentinya mengosongkan diri. Singkatnya, saya muntah-muntah dan tak bisa makan hingga menjelang keberangkatan.

Tadinya, orang tua saya, bahkan Tama, mengusulkan untuk mengundurkan liburan ini. Tapi, saya menguatkan diri dan buru-buru mengemas koper. Kali ini saya malas menggendong ransel. Perjalanan pun tak terasa karena saya hanya fokus pada tubuh yang lemas. Setelah menumpang Damri ke Senggigi, kami naik taksi ke Bangsal untuk menyeberang ke Gili Meno. Di mana Les Villas Ottalia berada.

Nestled in the Middle of the Island

Kami tiba di vila sekitar pukul enam sore. Ini kali pertama saya menginap di Gili Meno, begitu pula Tama, dan kami terheran-heran dengan nihilnya lampu jalan sejauh mata memandang. Kami lantas salah arah, tiba melalui pintu belakang penginapan yang berupa jalan setapak di tengah padang rumput setinggi bahu. Lumayan horor andaikan itu tengah malam!

Benar-benar lokasi yang terpencil, pikir saya waktu itu. Mungkin ini salah satu kelebihan yang ditawarkan Les Villas Ottalia. Lokasi yang tenang, jauh dari ingar-bingar di pinggir pantai.

Jarak Les Villas Ottalia dari pelabuhan sekitar satu kilometer. Tapi, jika ingin main ke pantai terdekat, cukup lima menit naik sepeda. Begitu pula jika ingin mengunjungi danau di tengah pulau dan Gili Meno Bird Park.

Kami kemudian disambut ramah oleh staf berseragam cokelat muda. Setelah check-in dan menenggak segelas Lemonade, kami diantar ke Villa 18 yang terletak di depan restoran. Mudah-mudahan tidak berisik, ya!

les villas ottalia
Banyak pohon di sini
les villas ottalia
Vila kami yang asri

Private Villa with Private Pool

Cahaya temaram dan bebunyian serangga malam menggoda saya untuk segera membaringkan diri. Tapi, entah kenapa saya malah jadi segar. Tak mual lagi seperti paginya. Kami pun berkeliling mengagumi suasana Superior Villa kami yang memiliki luas 45 meter persegi. Pintu kaca geser, ranjang luas dengan kelambu, perabotan kayu bertema rustic, televisi besar dengan jejeran minuman dan makanan ringan, kulkas kecil, brankas, dan kamar mandi… Saya mengintip kamar mandi yang luas, terdiri dari tiga sekat: kloset, wastafel, dan shower room dengan rak kayu untuk menggantung pakaian. Ada jendela yang menghadap kolam renang!

Malam itu kami pun makan-makan di samping kolam renang sambil memandangi bintang dan mengenang pesta kami yang diramaikan teman-teman tersayang, dengan senandung lembut dari musik yang diputar di restoran. Romantis!

les villas ottalia
Hangat…
les villas ottalia
Ranjang nyaman berkelambu
les villas ottalia
Toilet dan perabot bertema rustic

Kami baru benar-benar memandangi vila keesokan paginya, setelah hari terang. Sarapan yang kami pesan sudah terhidang di teras, asyiknya disantap sambil berenang. Rasa-rasanya kami betah tak perlu keluar dengan suasana santai dan menyenangkan seperti ini. Sayangnya, gagal latihan berenang lagi karena keasyikan foto-foto, lebih tepatnya Tama memotret saya.

les villas ottalia
Selamat pagi!
les villas ottalia
Mari berjemur!

Photogenic Villa!

Tidak hanya interior kamar yang kece, suasana taman mungil dan kolam renang juga menyegarkan mata. Begitu melihat tanaman serba hijau, juga lantai kayu yang setema dengan kamar di samping kolam renang, saya tak mau ketinggalan untuk foto-foto.

Sambil menyesap jus semangka dan mencuil panekuk, saya berendam di kolam dan Tama asyik memotret. Kalau sudah menggigil, saya pindah ke bean bag untuk berjemur. Ah, nyaman sekali!

Suasana di luar vila juga bagus untuk difoto! Tama juga sempat mencoba kolam renang umum yang berada di samping restoran. Di kedua sisi kolam terdapat barisan bungalo yang bisa jadi pilihan liburan santai bersama teman-teman. Di kolam ini Tama lebih puas berenang karena lebih luas.

les villas ottalia
Sinar matahari merambat…
les villas ottalia
Segar setelah berendam
les villas ottalia
Kostum main di pulau: off-shoulder dress & straw beach hat
les villas ottalia
Detail
les villas ottalia
Kolam renang umum dan spa di ujungnya

Good Food, Good Service

Pada malam pertama di Les Villas Ottalia, kami mencoba makan di restoran. Menunya serba Barat dan kami memesan Snapper Grill with Rice dan Seafood Spaghetti. Lezat dan mengenyangkan, kami makan dengan santai sambil menikmati alunan musik.

Staf Les Villas Ottalia sangat ramah, setelah makan kami ditemani bersepeda ke pelabuhan untuk mencari ATM. Mereka juga selalu menyapa dengan ramah dan asyik diajak mengobrol. Kalau butuh apa pun, tinggal sampaikan. Untuk sepeda, tersedia gratis. Bisa dipakai untuk berkeliling pulau sore-sore.

Untuk sarapan, bisa pesan ke kamar atau makan di restoran. Selain menu sarapan pada umumnya, yaitu panekuk dan roti gandum dan telur, tersedia pula muesli dan yoghurt. Buah-buahan tropis juga siap disantap sebagai penutup.

les villas ottalia
Sarapan di vila!
les villas ottalia
Restoran bertema tropis

Kalau ingin menikmati pelayanan pijat dan spa, kamu bisa mendatangi tempatnya di dekat kolam renang umum. Tarifnya bisa dilihat di katalog yang ada di setiap kamar. Kalau saya, sih, berendam di kolam saja sudah puas dan sangat rileks. Oh iya, kalau ingin memesan paket untuk kegiatan snorkeling atau menyelam, bisa juga menghubungi resepsionis. Private snorkeling biayanya sekitar Rp750.000,-.

Dua malam di Les Villas Ottalia rasanya begitu singkat. Pelayanan terbaik dan atmosfer yang damai membuat saya betah berlama-lama, bahkan kami sama sekali tak menyentuh air laut. Kalaupun tidak bersama pasangan, menginap di sini bersama keluarga atau teman pasti seru sekali. Saya paling senang membaca di pinggir kolam sambil menikmati hawa pagi.

Mungkin itulah kemewahan–bagi orang yang tinggal di Jakarta yang semarak seperti kami?–yang ditawarkan Les Villas Ottalia. Pelarian dari keriuhan hidup di perkotaan. Kami bisa melakukan hobi kami di tempat yang menenangkan. Benar-benar bulan madu yang berkesan!

les villas ottalia
Bersepeda ke Sunset Beach
les villas ottalia
Menunggu senja
les villas ottalia
Hiruk-pikuk di pelabuhan
les villas ottalia
Hijau-hijau di Gili Meno

Kalau penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang Les Villas Ottalia, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah.

Les Villas Ottalia – Jalan Ottalia, Gili Meno, Lombok 83352. Telepon: 0361-736384. Email: reservations@lesvillasottaliagili.com. Laman: www.lesvillasottaliagili.com atau lihat review saya di sini.

*) Robinson Crusoe adalah tokoh pemuda dalam novel karangan penulis Inggris, Daniel Defoe, yang diilhami dari kisah nyata tentang seorang pria yang terdampar di sebuah pulau.

Wearing: batik scarf – Sejauh Mata Memandang, bikini – American Eagle Outfitters, dress – Zara, sandal & scarf – Stradivarius, sunglasses & flamingo clutch- Mango, hat – H&M 

Photos: me & @tamagraph