Pelesiran dengan bergaya mungkin tidak terpikir bagi beberapa orang, tapi bisa jadi ada yang demikian. Saya salah satu yang peduli terhadap penampilan saat bepergian, bukan hanya demi kenyamanan namun juga ingin tetap terlihat gaya dan tidak salah kostum. Karena itu, saat menyusun rencana perjalanan, biasanya saya merinci pakaian yang diperlukan.

Dan bergaya bukan hanya soal pakaian. Prinsipnya mudah saja, seperti kamu, misalnya, tidak akan memakai celana panjang jins saat ke pantai atau memakai rok berenda saat naik gunung. Intinya jangan sampai salah kostum. Kali ini saya ingin membahas hal lain yang melengkapi gaya traveling, yang tentunya akan menambah kece. Ialah aksesori dan perhiasan.

Dan berikut ini daftar aksesori dan perhiasan yang tak pernah saya tinggalkan saat bepergian.

1. Topi

perhiasan



Pilih yang mana?

Saya penggemar topi jerami, apalagi untuk ke pantai. Dijamin bikin gaya sekaligus melindungi dari teriknya sinar matahari. Daripada wajah gosong, kan?

Nah, kalau ke pantai cocoknya memakai topi jerami karena bahannya mempermudah sirkulasi udara sehingga kepala tidak akan berkeringat karena kegerahan. Sementara, topi bahan kulit atau wol tentunya lebih cocok dipakai saat cuaca lebih adem atau saat trip musim gugur dan dingin ke luar negeri.

Lalu, bagaimana dengan model topi cowok, ini cocok juga dipakai ke pantai atau keliling kota karena ujung topi dapat melindungi dari sinar matahari. Pilih selalu bahan yang menyerap keringat, ya.

2. Bandana

perhiasan
Pilih warna cerah!

Ini juga aksesori favorit saya untuk traveling. Bisa dipakai di leher dengan diikat untuk gaya yang unik, bisa juga diikat di kepala untuk menjaga rambut tetap rapi saat berada di pantai. Sebaiknya pilih bahan katun agar tidak licin saat dipakai di kepala.

Mau tampil beda lagi? Bandana juga bisa diikat ke rambut yang dicepol atau dikuncir kuda. Pilih warna yang terang agar terlihat mencolok.

3. Kacamata Hitam

perhiasan matahari mall
Sunglasses tak selalu hitam

Pilih yang melindungi dari sinar UV. Kacamata hitam sekarang banyak banget modelnya, dari yang bundar biasa sampai berbentuk persegi. Warnanya juga beragam, pilihlah yang sesuai dengan bentuk wajah. Dan enaknya saat ini banyak toko yang menjual sunglasses atau kacamata hitam yang bisa diganti lensanya sesuai minus mata kita.

4. Jam Tangan

Untuk yang senang aktivitas berat, seperti trekking, mendaki gunung, atau menyelam, pilihlah jam tangan berbahan karet yang tahan air. Jangan sampai menggunakan jam tangan berbahan metal karena warnanya bisa luntur dan rusak saat terkena air. Sekarang sudah banyak jam tangan kece yang bisa dipakai untuk segala aktivitas.

5. Kalung

perhiasan
Saya lebih suka kalung simpel

Biasanya saat traveling saya memilih kalung yang modelnya sederhana agar tidak berkesan berlebihan. Untuk ke pantai pilihlah model yang kecil dan minimalis dan tidak berat. Kalau modelnya kecil, kalung bisa dipakai bertumpuk sekaligus.

Sementara, untuk yang suka kalung model etnik berbahan kain tradisional berwarna-warni, pakailah dengan atasan polos. Pokoknya pintar-pintar padu padan agar penampilan tidak seperti mau ke pesta pernikahan.

6. Anting

Saya sebenarnya tidak terlalu sering berganti anting, tapi ini bisa juga mempercantik gaya. Pilihlah model yang simpel agar tidak menyangkut di rambut atau pakaian saat beraktivitas.

7. Gelang

perhiasan
Gelang di Desa Sade

Buat traveler, mungkin gelang adalah aksesori yang paling sering dipakai. Biasanya gelang benang warna-warni yang dirajut dan ditambahi hiasan unik. Saya suka gelang etnik yang dijual di tempat wisata, misalnya gelang dari Desa Sade di Lombok atau gelang manik-manik dari Sumba.

Sebaiknya tidak mengenakan gelang berbahan metal yang bisa berubah warna saat berenang atau terkena air, tapi gelang perak asli takkan berubah warna.

8. Cincin

Ini perhiasan favorit saya, terutama yang berbahan perak dan emas. Sebab, keduanya tahan banting dan tidak akan luntur terkena air dan udara. Saya biasanya berburu cincin perak di Bali, dan senang sekali baru-baru ini koleksi saya bertambah dengan cinci perak Celtic yang saya beli di Edinburgh.

Tapi, kalau lagi pengin punya cincin baru susah juga karena mesti jauh-jauh ke Bali. Apalagi, saat ini hampir semua barang bisa ditemukan di toko online. Akhirnya, karena tahun lalu saya naksir berat sama salah satu cincin nikah dari seorang desainer di Bali yang hanya melayani penjualan online, saya pun mencoba memesannya secara online.

perhiasan
Cincin nikah kesayangan!

Ternyata, belanja online itu praktis sekali dan asyiknya tak perlu keluar biaya transportasi. Yang penting, komunikasi kedua pihak tentang barang yang dipesan harus detail, misalnya saya meminta bahan perak diganti emas 18 karat. Pun begitu, saat cincin saya tiba, ternyata ukurannya kekecilan. Tapi tak masalah, saya kirim lagi untuk diperbaiki dan cincinnya tiba di tangan beberapa hari kemudian.

Saya jadi makin yakin akan keamanan belanja online. Seperti saat mencari perhiasan di Matahari Mall, ternyata pilihannya banyak dan kita bisa memeriksa rating atau tingkat kepuasan tiap penjual. Belum lagi ongkos kirim gratis dan banyak potongan harga yang ditawarkan kepada konsumen.

Hm, jadi mau beli apa lagi, ya, untuk dipakai di trip berikutnya?