Ketika melihat poster kompetisi foto yang diadakan oleh Majalah Panorama dengan hadiah utama liburan selama tiga malam ke Pulo Cinta, sebuah resor di Gorontalo yang sedang melejit namanya, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftarkan diri.

Mau bagaimana lagi, resor di atas laut yang konon berbentuk hati ini terkenal sebaga destinasi impian pasangan yang ingin berbulan madu karena menawarkan privasi dan ketenangan. Kalau pergi sendiri rasa-rasanya tidak mungkin, pergi ramai-ramai dengan kawan rasanya kurang tepat. Kalau menang kompetisi ini, saya bisa menginap di sana dengan suka-suka.

Dan ternyata keberuntungan masih memihak saya. Saya pun terpilih sebagai pemenang, bersama Ayunda yang sudah saya kenal dari Social Media Trip tahun 2015 silam, dan terbang ke Gorontalo pada 14 September. Kami terbang pukul lima pagi dan transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, lalu tiba di Bandara Jalaluddin Gorontalo sekitar pukul dua belas.

ohelterskelter.com pulo cinta

ohelterskelter pulo cinta

Ternyata, mobil dari Pulo Cinta sudah menunggu dan siap mengantar kami hingga tujuan. Transportasi dari dan menuju bandara termasuk dalam biaya menginap, jadi kita tinggal duduk manis. Perlu dicatat, lokasi Pulo Cinta di Teluk Tomini, Boalemo, sekitar dua jam perjalanan. Siapkan waktu yang tepat agar tidak ketinggalan pesawat saat pulang nantinya–ini hampir terjadi pada kami dan bikin panik setengah mati.

Setelah menempuh dua jam perjalanan dengan kondisi aspal makin buruk, kami tiba di dermaga khusus menuju Pulo Cinta. Dari sini perahu kuning siap mengantar ke Pulo Cinta yang berjarak lima belas menit saja. Dari dermaga kita sudah bisa melihat vila-vila yang berada di tengah lautan.



Pulo Cinta dan Legenda Cinta Terlarang

Pulo Cinta, sesuai namanya, memiliki latar kisah cinta yang unik. Konon, seorang Pangeran Gorontalo jatuh cinta pada seorang putri saudagar asal Belanda yang kala itu berdagang rempah-rempah di Sulawesi. Di balik permusuhan kedua belah pihak, sang pangeran dan putri Belanda mempertahankan cinta rahasia mereka. Pulo Cinta, sebuah gusung berbentuk hati, menjadi tempat pelarian mereka.

Kini di atas pulau itu dibangun resor bernama sama. Pulo Cinta memiliki 12 vila berkamar satu, 2 vila berkamar dua, dan 1 vila berkamar tiga. Dengan harga mulai dari tiga juta lima ratus ribu rupiah per malam, kita bisa menikmati segala fasilitas dan makanan yang tersedia. Sayangnya, menurut saya dari segi makanan masih kurang karena tidak ada pilihan menu lokal atau asing atau fusion dan menu spesial lainnya. Sehari-hari tamu harus menikmati hidangan yang ada.

Ya, walaupun akhirnya saya selalu pesan es kopi susu dan jus semangka dan mi goreng tiap malam.




ohelterskelter.com pulo cinta

ohelterskelter pulo cinta

ohelterskelter pulo cinta

Untuk urusan kamar, tidak perlu diragukan lagi. Berkonsep eco resort, tamu tidak diperbolehkan membawa sampo atau sabun sendiri karena sudah tersedia yang aman bagi lingkungan–air mandi langsung turun ke laut. Tidak ada juga pendingin ruangan, hanya kipas angin di langit-langit mengandalkan listrik yang bersumber dari panel surya.

Karena itu, jangan protes kalau tiba-tiba listrik mati dan air mati, ya.

Lagipula, tidak ada nyamuk dan asyiknya tidur sambil membuka pintu menghadap laut dan langit berbintang. Walaupun nyatanya tiap malam kami diguncang angin kencang dan gerimis. Waktu terbaik mengunjungi Pulo Cinta adalah bulan Juni dan Juli.

Lalu, apa saja hal menarik yang bisa kita lakukan di Pulo Cinta.

1. Tidur di hammock seharian

ohelterskelter pulo cinta

Ini mungkin terlihat biasa, tapi tiduran dan bersantai di hammock di tengah laut rasanya sungguh mengasyikkan, terlebih bagi yang tinggal di perkotaan dan merindukan suasana tenang dan damai. Tinggal ambil buku atau pasang musik favorit, nikmatilah suasananya.

Nah, gara-gara naksir hammock di Pulo Cinta ini, jadi penasaran dan berburu di toko online, deh. Buat yang pernah belanja di Tokopedia, boleh banget berbagi penjual terpercaya yang punya hammock kayak di atas.

2. Berenang sepuasnya di depan kamar

ohelterskelter.com pulo cinta

Ini juga gampang banget, tinggal turun tangga dari beranda kamar dan berenanglah sepuasnya. Jangan lompat, ya, karena mungkin saja air lautnya surut dan terancam mentok di pasir. Untuk perlengkapan snorkeling, semuanya tersedia dan bisa minta kapan saja.

ohelterskelter pulo cinta

3. Main ayunan di tengah laut

ohelterskelter.com pulo cinta

Mungkin kekanak-kanakan, tapi siapa yang tidak suka main ayunan. Apalagi kalau ayunannya di tengah laut, dengan kaki berayun di atas air biru kristal. Ada dua ayunan di Pulo Cinta, satu terletak di tengah pulau di hadapan restoran dan satu lagi di dekat vila berkamar dua tak jauh dari dermaga.

4. Hopping island ke Pulau Camar dan Pulau Botak

ohelterskelter pulo cinta

Jangan takut bosan di vila–walaupun amat kecil kemungkinannya, karena bisa juga minta diajak keliling pulau sekitar, yaitu Pulau Camar dan Botak. Pulau Camar dapat ditempuh sekitar lima belas menit, dan merupakan gusung pasir putih yang timbul saat air laut surut. Datanglah pada pagi hari dan saksikan kepak-kepak burung camar yang berterbangan di atasnya, itulah mengapa pulau ini dinamakan Camar. Pulau ini juga punya terumbu karang yang cantik, cocok dijadikan tempat untuk snorkeling.

ohelterskelter pulo cinta

ohelterskelter.com pulo cinta

ohelterskelter.com pulo cinta

Sementara, Pulau Botak awalnya merupakan bukit kosong tanpa pohon, tapi kini sudah ditanami pohon. Dakilah bukit selama beberapa menit dan nikmati panorama sekitar, kita juga bisa melihat Kampung Bajo dari sini.

5. Singgah ke Kampung Bajo

ohelterskelter pulo cinta

Dari Pulau Botak tak lupa kami singgah ke Kampung Bajo, untuk apa lagi kalau bukan memborong lobster. Kebetulan ada tamu lain yang memesan lobster dan kami pun tergiur untuk membeli, harganya sekitar tiga ratus lima puluh ribu rupiah per kilogramp–tergantung ukuran lobster.

Malamnya kami makan lobster bakar yang nikmat sekali!

ohelterskelter pulo cinta

6. Trekking ke Air Terjun Ayuhulalo

ohelterskelter pulo cinta

Kalau masih butuh aktivitas yang lebih menantang, mintalah dibawa trekking ke Air Terjun Ayuhulalo yang berada di Tilamuta, ibu kota Kabupaten Boalemo. Dari dermaga Pulo Cinta, jaraknya sekitar tiga puluh menit berkendara. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati ladang jagung dan hutan.

Air terjun ini masih sangat alami, tanpa ada loket atau penjagaan, dan sebaiknya datang pada pagi hari untuk menyaksikan sinar matahari menyeruak di antara dedaunan. Karena belum dikelola oleh dinas pariwisata setempat, juga oleh masyarakat, air terjun ini masih dipenuhi pohon runtuh yang melintang di segala arah. Tapi berendam di kolam mungilnya menawarkan kesegaran yang menenangkan.

ohelterskelter pulo cinta

Tiga malam rasanya belum cukup memuaskan hasrat untuk menikmati Pulo Cinta sepenuhnya. Kira-kira ada yang mau ajak saya ke Pulo Cinta lagi?

ohelterskelter.com pulo cinta

Drone photos: @antonchandra