Slow Villas Gili Air: a Truly Private Villa

S L O W is not just a name, its a whole concept.

Begitu kiranya slogan yang diusung oleh Slow Villas Gili Air. Penginapan yang memiliki sepuluh vila di tengah pulau ini–ada yang berkamar satu dan berkamar dua, mengaku menerapkan konsep slow yang terinspirasi dari slow spirit (slow cooking, slow moving, slow stretching) demi mendapatkan esensi hidup yang lebih berkualitas.

Ya, intinya Slow Villas ingin memberikan kenyamanan, relaksasi, dan kebebasan kepada para tamu agar merasa damai dan santai. Supaya para tamu merasakan kenyamanan seperti di rumah, namun jauh dari kebisingan perkotaan. Semacam me-Nyepi, lah. Konsep slow terlihat dari tiadanya restoran dan bar di Slow Villas. “Supaya tidak menimbulkan kebisingan,” ujar salah satu pemiliknya, Julie Thonnard. Juga tidak ada kolam renang umum–tiap vila punya kolam renang sendiri.

slow villas gili air
Welcome to Slow Villas!

Slow Villas didirikan oleh tiga sekawan asal Belgia, yaitu Christian Lechien, seorang arsitek, Dominique Pissoort, konsultan periklanan, dan Julie Thonnard, instruktur selam. Kecintaan terhadap Gili Air mendorong mereka untuk membagi hal serupa kepada para tamu, dengan menciptakan liburan pribadi di setiap vila. Selain kolam renang pribadi, tiap vila dapat memesan paket aktivitas personal, seperti menyelam, snorkeling, kitesurfing, berenang dengan penyu, yoga, pilates, zumba, dan lain-lain. Untuk urusan perut, kita bisa memesan koki pribadi untuk masak-masak di vila.

Jadi, tamu tak perlu keluar selangkah pun dari vila. Semua akan dilayani oleh Slow Villas. Kita tinggal duduk manis menikmati hari-hari tanpa gangguan. Dunia pun bagai milik berdua.

Mendukung hal itu, berikut ini beberapa hal yang saya suka dari Slow Villas.

Beautiful Villa with Private Pool, and Kitchen!

Tidak hanya itu, Villa No. 1 yang kami tempati juga memiliki teras yang luas, dilengkapi meja makan untuk sarapan. Juga sunbed dan payungnya, dan halaman super luas yang ditumbuhi pohon kelapa. Pantas saja kami sempat ditawarkan untuk makan malam BBQ di vila. Tiga puluh orang juga bisa ikut pesta BBQ di sini! Total luas vila kami 100 meter persegi, bayangkan!

Memasuki kamar, kami disambut oleh dapur kecil dengan perangkat masak lengkap. Dari kompor gas, pemanggang roti, panci, wajan, piring, sendok, pisau, talenan. Semua tersedia, juga kulkas satu pintu. Bak cuci piring juga dilengkapi sabun dan spons. Jadi, kalau malas keluar, kita bisa membeli persediaan bahan makanan untuk dimasak sendiri.

Area kamar tidur berisi ranjang besar berkelambu, dengan kasur yang sangat nyaman dan bikin malas gerak. Apalagi menghadap pintu kaca yang tembus pandang keluar. Di atas pintu, terdapat televisi yang tak sempat dinyalakan karena tak diperlukan. Di sisi kiri ada area untuk bekerja, dengan meja panjang dan kursi. Tergeletak pula beberapa katalog Slow Villas, juga sebuah ponsel–dilengkapi nomor tiap bagian di Slow Villas.

slow villas gili air
The bedroom
slow villas gili air
The wooden rack for clothes
slow villas gili air
Work area
slow villas gili air
The refrigerator box and boho cellurar case
slow villas gili air
My favorite spot

Sisi kanan adalah rak kayu cantik, tempat menggantung pakaian dan barang pribadi kita. Uniknya, tiap kamar dilengkapi dua topi jerami yang bisa kita pinjam untuk ke pantai, juga handuk pantai lebar. Dan jangan lupa melongok ke kolong rak, ada matras yoga di sana! Jadi, tiap pukul 09.30 pagi, staf vila akan menawarkan apakah kita ingin mengikuti kelas yoga gratis di area spa. Asyik banget, kan? Mau yoga sendiri di samping kolam renang juga tak masalah.

Kalau kamar mandi, ini bagian favorit kami! Dengan nuansa bebatuan dan bambu, kamar mandi terbuka di vila ini terasa sangat nyaman. Saya senang karena sirkulasi udara jadi lancar dan tidak terasa sumpek. Sambil mandi kita bisa memandangi langit dan pohon kelapa yang menjulang.

slow villas gili air
Kitchennete
slow villas gili air
Spoon set
slow villas gili air
The shower
slow villas gili air
The bathroom sink
slow villas gili air
Before going out

We Love the Eco Concept

Slow Villas juga berusaha menerapkan konsep ramah lingkungan, yang dimulai dari hal-hal kecil. Walaupun tersedia pendingin ruangan, kita tak harus memakainya. Geser saja sebagian pintu kaca, angin pun bisa masuk dengan leluasa. Ada juga kipas angin di atas tempat tidur. Kita juga diminta mematikan pendingin ruangan saat meninggalkan vila. Di rak, tersedia sebuah tas anyaman yang dapat dipakai untuk berbelanja. Hemat plastik!

Di kulkas, tersedia dua botol air yang dapat diisi ulang di resepsionis, kita tak perlu membeli air mineral lagi. Ada juga dua tumbler yang boleh dibawa saat main ke pantai. Hemat plastik lagi!

Semuanya memang harus dimulai dari hal kecil, bukan? Daripada tidak sama sekali.

slow villas gili air
The water bottles and headlamps as there were no street light in Gili Air
slow villas gili air
The fashionable eco-friendly bag

The Best Breakfast Ever!

Karena Slow Villa tidak punya restoran, sarapan akan diantar ke vila. Asyiknya, ada banyak varian menu sarapan di Slow Villa, mulai dari sarapan ala Inggris, Australia, Amerika, Prancis, Vegetarian, dan lain-lain. Kami memesan English Breakfast dan Australian Breakfast. Bagaimana rasanya? Enak banget. Menunya lengkap, ditambah teh dan kopi ala Vietnam, juga sebakul buah berisi apel, jeruk, dan nanas.

slow villas gili air
The best breakfast
slow villas gili air
Complete breakfast
slow villas gili air
Morning reads

Photogenic Villa!

Sudah lihat, kan, bagaimana kecenya vila kami yang bernuansa bambu dan kayu, dan beratap rumbia? Juga halamannya yang hijau dan luas. Ranjang berkelambu dengan lemari kayu dan bambu? Bahkan, karpet ala Moroko di lantainya ingin saya bawa pulang! Rasa-rasanya ingin sekali memiliki kamar seperti Slow Villa untuk rumah kami.

Semua sudut di Slow Villas begitu cantik untuk difoto. Saya dan Tama pun tak bisa berhenti foto-foto.

slow villas gili air
Beautiful entrance
slow villas gili air
Our villa
slow villas gili air
Afternoon coffee please?
slow villas gili air
The coconut garden
slow villas gili air
Playing in the garden
slow villas gili air
Pool time
slow villas gili air
Happy!

Liburan di Slow Villas membuat kami malas pulang rasanya, semuanya terasa begitu nyaman dan menenangkan. Tapi, rencana sudah disusun. Kami harus melanjutkan perjalanan bulan madu singkat ini. Tiket ke Sumbawa sudah dipesan. Saya pun bertanya-tanya, kapan, ya, bisa balik lagi ke Slow Villas?

Slow Villas Gili Air – Gili Indah, Pemenang, Lombok 83352. Telepon: 081999601058. Email: hello@slowgiliair.com. Laman: www.slowgiliair atau lihat review saya di sini.

Photos: @tamagraph

Total
42
Shares

23 comments

  1. Fotonya cakep2, vilanya juga tampak cakep dan nyaman… Itu kolam renang dipake buat renang gak…? 😀
    Ga ada restoran maupun bar, apakah ada tempat lain di dalam resor untuk berinteraksi dengan sesama tamu?

    1. makasih, Vira. kolam renang berfungsi juga untuk cuci kaki sebelum masuk kamar. *oops*

      enggak ada resto/bar, tapi ada daftar menu untuk delivery dari resto/bar setempat yang direkomendasikan atau pesan koki atau BBQ di vila.

      tamu bisa interaksi di spa area, bisa ikutan free yoga tiap pagi atau ngobrol di front office, hahaha. konsepnya private banget soalnya.

  2. Wow keren banget Villanya, Mbak. Konsep slow dan green ini sudah banyak diterapkan di hotel hotel maupun beberapa penginapan di di tempat tempat destinasi wisata utama ya. Bravo untuk mereka 🙂

    1. halo, iya banget, pas aku nginap di Gili Meno juga vilanya konsep green dan eco-friendly.
      pengin lebih banyak stay di penginapan kayak gini, sih, sekarang. 🙂

      makasih, ya, udah mampir ke blog saya. 🙂

  3. Gili emang identik dengan seloowwww dan santaaiiii hahaha!
    Belum pernah sih ke Gili Air, karena emang ktnya tempat ini cocok buat bulan madu. Lah kl aku ke sana sendirian, yg ada meringis haha!

    Di sana masak sendiri kah? Belanjanya di mana? Ada market gitu di Gili Air?

    1. halo, Timo…

      iya, kalau soal santai dan wolesss mah GIli Air dan dan Gili Meno memang tempatnya, sepi dan tenang. malam aja gelap total karena enggak ada lampu jalan, makanya dikasih head lamp. kalau Trawangan kan rame bangets.

      kita, sih, makan di area pantai sekitar dermaga yang ramai, banyak makanan enak. kalau mau belanja bisa di toko kelontong dekat situ juga, ada jual sedikit sayur dan buah. kalau beneran pasar belum ketemu, sih, karena kita enggak nyari juga.

  4. Keceeee banget penampakan villanya, beneran bikin betah bobok lama di dalam. Oh iya tiap villa nggak ada bathtub ya? Cuma shower aja kah?

    1. iya, Halim, kece dan nyaman banget gitu, lho. duh, pengin balik lagi jadinya.

      kamar mandinya memang shower aja tanpa bathtub, kalau mau berendam kayaknya ke kolam renangnya aja, lega, hahaha. asyik bangetlah pokoknya ini!

  5. Hi, salam kenal mba Yuki, aku Ismi 🙂
    Yuki aku baru aja baca 2 review kamu tentang Les Villas Ottalia Gili Meno dan Slow Villa Gili Air. Aku lagi persiapan cari venue untuk honeymoon nih. Nah, dari 2 tempat itu lebih recommended yang mana ya untuk honeymoon? Karena untuk Gili, aku berencana hanya akan stay di satu pulau aja. Sisanya akan explore Lombok.
    Sebelumnya terima kasih banyak yaa sudah share infonya 🙂

    1. halo Mba Ismiyara,
      kebetulan aku, sih, suka banget dua-duanya, dan sama-sama berlokasi di tengah pulau, jadi tenang banget suasananya.
      kalau mau yang harganya lebih terjangkau itu Les Villas Ottalia Gili Meno, dan dia punya restoran sendiri, tapi vilanya lebih kecil.
      sementara, kalau Slow Villa Gili Air vilanya jauh lebih luas dan lebih private lagi, tapi enggak ada restoran, kalau mau makan bisa minta delivery dari resto sekitar atau masak sendiri karena vilanya punya dapur sendiri, dan tamu cuma dapat breakfast.

      hm, coba diatnya sama calonnya deh lebih suka vila yang mana. 🙂

Feel free to ask or to leave a comment...

%d bloggers like this: