• Domestic
  • Mengenal Tarsius, si Mungil Bermata Besar dari Belitung

    tarsius belitung

    Saya pertama kali melihat Tarsius dalam tulisan Indohoy beberapa tahun lalu. Saat itu kawan saya, Vira dan Mumun, mengunjungi Konservasi Tangkoko di Bitung, Sulawesi Utara. Primata mungil bermata belo itu sedang memeluk dahan pohon dalam kelam malam, dengan ekor menjuntai melebihi panjang tubuhnya. Ia adalah kera terkecil di dunia. Panjang tubuhnya hanya lima belas sentimeter dan beratnya seratus dua puluh gram. Sekilas mengingatkan pada Koala versi mini.

  • Domestic
  • #WonderfulEclipse: Kenduri Mancia Ternate

    gerhana matahari total ternate

    Mungkin semesta memang merestui saya melangkahkan kaki hingga Ternate. Kepulauan Rempah di Utara Maluku. Demi menyaksikan Gerhana Matahari Total untuk kali pertama. Ini adalah perjalanan mendadak. Saya mendapat undangan untuk turut menyaksikan, lebih tepatnya mewartakan, fenomena Gerhana Matahari Total yang berlangsung pada 9 Maret 2016. Dua hari sebelum ulang tahun saya.

  • Et Cetera
  • 7 Tips Memotret Milky Way

    bukit kingkong

    Sudah lama saya mendambakan untuk memotret Milky Way atau Galaksi Bima Sakti. Gugusan bintang yang berkilauan di langit yang cerah tentunya mampu membuat semua orang terbuai. Ada yang betah memandanginya menit-menit, ada yang lantas berjuang untuk mengabadikan momen itu. Saya sendiri termasuk yang pertama, karena enggak ngerti-ngerti amat memotret Milky Way.

  • Domestic
  • Antara Tari Kecak dan Jejak Walmiki

    tari kecak

    “Tolong sampaikan agar cerita ini tidak usah dibaca karena membuang waktu, pikiran, dan tenaga. Sungguh hanya suatu omong kosong belaka. Mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini. Maaf, beribu-ribu maaf.” -Togog   Saya selalu menganggap Seno Gumira Ajidarma semacam titisan Walmiki. Bahkan, mungkin mengungguli Walmiki yang lebih dulu menulis epos Ramayana pada abad kelima. […]

  • Domestic
  • Sepotong Senja untuk Pacarku; Suatu Petang di Labuan Bajo

    labuan bajo

    Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.*   Barangkali Seno Gumira Ajidarma juga begitu terlena oleh senja, hingga menulis betapa ia ingin mengerat senja dan memperlihatkannya kepada kekasihnya. Itu pula yang saya rasakan setiap kali memandang […]

  • Domestic
  • Mampukah Desa Sade Bertahan?

    desa sade

    Seorang gadis tercenung memandangi benang aneka warna di pangkuannya. Sorot matanya menyiratkan semesta. Penuh misteri. Ia duduk di tikar, memangku sebuah alat yang tersusun dari beberapa bilah kayu. Ia masih muda, tetapi pundaknya kokoh. Seolah-olah terlalu banyak menempa hidup. Wajahnya manis, sungguh. Dengan kulit senada tanah liat dan rambut hitam tersampir di bahu. Konon, gadis sepertinya sudah sah menjadi wanita. Ia sudah boleh menikah.

  • Food
  • El’s Coffee: Kedai Kopi Hipster di Lampung

    el's coffee

    Awalnya saya heran mengapa pemandu wisata kami, Sami Mutarom, membawa kami ke El’s Coffee. Mengapa tidak ke pusat pembuatan kopi tradisional saja? pikir saya. Namun, pilihan itu tak salah-salah amat. El’s Coffee yang berada wilayah Teluk Betung ini menawarkan koleksi kopi nusantara yang terbilang lengkap. Terungkap pula sejarah panjang perjalanan bisnis kopi di Lampung. Nah, […]

  • Food
  • Jelajah Kuliner Lampung di Rumah Makan Cikwo

    kuliner lampung

    Salah satu hal yang sering saya lupakan saat mengunjungi suatu daerah adalah mencicipi makanan khasnya. Begitu pula saat menginjak Lampung, saya tak kepikiran untuk mencoba makanan tertentu. Mungkin karena saya mengira masakan di Sumatera pada umumnya mirip-mirip saja. Untunglah, pada malam pertama tiba di Lampung saya dan kawan-kawan langsung diantarkan ke Rumah Makan Cikwo yang […]

  • Domestic
  • Pesona Lampung: dari Seruit, Klenteng Tua hingga Kain Tapis

    seruit lampung

    Sebelum mengenal wisata Lampung lebih jauh, saya selalu menganggap Negeri Siger* ini sebagai daerah yang biasa saja. Yang terkenal darinya paling hanya gajah dan kopi—saya pernah diberi kopi Lampung oleh dosen saya yang merupakan pecinta kopi sejati, Maman S. Mahayana. Kopinya memang nikmat. Namun, bukan hanya itu keistimewaan Lampung. Setelah mengarungi lautan di Pulau Pahawaung, […]

  • Domestic
  • Pulau Pahawang dan Kenangan tentang Lampung

    pulau pahawang

    Kalau ditanya kapan terakhir kali menginjak Lampung, mungkin saya perlu satu-dua kali memandang langit-langit sambil memutar bola mata. Sepuluh atau lima belas tahun silam saya rasa. Cukup lama memang, terakhir kali saat pulang kampung ke Medan dengan bus ALS selama tiga hari tiga malam. Memang, ketika itu ritual mudik dengan bus menjadi kesenangan tersendiri setiap menjelang Lebaran, menjelajahi Sumatera dari paling selatan hingga utara. Bermain air di sungai berliuk di Padang dan Palembang menjadi atraksi taman ria bagi saya dan dua saudara saya.