Kuliner Singapura: Makanan Lokal Favorit dan Lokasinya

Begitu tiba di Singapura, yang terngiang-ngiang adalah makanan enak. Bagaimana tidak, usai membaca jadwal kegiatan hari itu; saya menantikan betul acara berburu kuliner Singapore yang dijanjikan. Konon, saya dan kawan-kawan akan diajak mencicipi Nasi Ayam Hainan paling autentik di Singapura. Saya meluncur seperti gasing saat menginjak Bandara Internasional Changi. Bahkan, sampai lupa membeli Kartu SIM lokal yang diniatkan.

Tentunya kami mampir dulu ke hotel yang akan ditempati, The Quincy yang berada di Orchard, lalu menandaskan minuman sambutan. Miss Ida Poon, Communication Executive The Quincy, menyambut kami yang celingak-celinguk terpesona oleh interior lobi. Sambil menunggu kamar disiapkan, Miss Ida mengajak kami santap siang. Nasi Ayam Hainan yang saya hebohkan tadi, satu-satunya tanpa cabang, menurut Miss Ida. Lokasinya di gedung Far East Plaza di seberang. Lima menit saja berjalan kaki.

1. Nasi Ayam Hainan di Hainanese Delicacy Chicken Rice

ohelterskelter.com kuliner singapura
Suasana restoran.

Menapaki trotoar yang lapang, saya dan kawan-kawan girang menikmati kenyamanan Kota Singapura. Sesampainya di pusat perbelanjaan yang mengingatkan pada Gajah Mada Plaza, kami naik ke lantai 5 dengan lift antik. Di depan restoran, antrean mengular. Suasana hiruk-pikuk. Pelayan berseliweran gesit, tamu menyendok ayam dengan lahap.

Kami pun  duduk melingkari meja dan satu demi satu pesanan tiba. Menu utamanya Steamed Chicken Rice dan Roasted Chicken Rice, juga Salted Duck Soup. Dilengkapi Ati-Ampela Goreng dan Tumis Pokchoy dan Tauge yang sedap sekali. Saus untuk nasi Hainan berbeda, hitam seperti kecap namun rasanya agak asam menyengat dan diaduk ke seluruh nasi. Saya kurang suka.

ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Mari makan.
ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Roasted Chicken favorit.
ohelterskelter.com wisata kuliner singapore
Sayurnya aja menggoda banget.
ohelterskelter.com kuliner singapura
Salted Duck Soup berkuah bening.

Yang spesial adalah nasinya tak seberminyak nasi Hainan yang saya kenal, daging ayamnya juga lembut tak bertulang dan tak berlebih minyaknya. Favorit saya yang dipanggang, gurih dan nikmat. Tiap piring nasi juga dilengkapi telur rebus pindang yang nikmat. Untuk sup, kuahnya segar dengan sensasi asam-asin namun saya kurang suka daging bebek.

Hainanese Delicacy Chicken Rice – 14 Scotts Road, Far East Plaza #05-116, Singapura. Telp: +657340639. Buka: 10.00-20.00.

2. Nasi Lemak di Nasi Lemak Kukus

Nasi Lemaknya disajikan prasmanan, pengunjung bisa mengambil nasi sepuasnya, lalu tambahkan lauk yang diinginkan. Tiap potong lauk memiliki harga masing-masing, yang kemudian ditotal di kasir. Sejauh ini saya suka nasinya, terutama disantap dengan ikan goreng dan sambal pedas, juga telur pindang. Ayam gorengnya juga tebal dan empuk. Patut dicoba jika mampir ke daerah Little India
Restorannya cukup luas.

Saya, Satya, dan Mariza menemukan rumah makan ini tak jauh dari Village Hotel Albert Court setelah pegal menjelajahi Little India. Hal yang menarik perhatian adalah stiker rekomendasi dari Michelin Guide 2016 yang tertempel di dinding. Seharusnya rasanya tidak diragukan, ya.

Namun, jangan bayangkan Nasi Lemak di Medan atau Nasi Uduk di Jakarta. Nasi Lemak Singapura terpengaruh oleh Malaysia, nasinya lebih pera’ dan berminyak dengan lauk utama ikan bilis, kacang, telur, dan sambal. Nah, untuk urusan sambal, Indonesia paling oke. Sambal di sini cenderung manis dan kurang pedas.

ohelterskelter.com wisata kuliner singapore
Simpel tapi enak.
ohelterskelter.com kuliner singapura
Silakan ambil lauk sendiri.
ohelterskelter.com kuliner singapura
Berbagai lauk yang digoreng.
ohelterskelter.com kuliner singapura
Tersedia dua jenis sambal.
ohelterskelter.com kuliner singapura
Daftar harga lauk.

Nasi Lemaknya disajikan prasmanan, pengunjung bisa mengambil nasi sepuasnya, lalu tambahkan lauk yang diinginkan. Tiap potong lauk memiliki harga masing-masing (namun minimal order 4 dolar), yang kemudian ditotal di kasir. Sejauh ini saya suka nasinya, terutama disantap dengan ikan goreng dan sambal pedas, juga telur pindang. Ayam gorengnya juga tebal dan empuk. Patut dicoba jika mampir ke daerah Little India.

Nasi Lemak Kukus – 229 Selegie Rd, Singapura. Telp: +6582229517. Buka: 12.00-21.30.

3. Nasi Biryani di Tekka Center

Nasi goreng ini merupakan kuliner khas India yang dimasak dari beras Basmati yang berciri-ciri kurus panjang. Tekstur nasinya kering dan berminyak, biasanya disantap dengan kari ayam atau sapi. Karena kaya rempah, seperti cengkih, kayu manis, dan pala, Biryani memiliki rasa mencolok dan mungkin tak semua orang menyukainya. Namun, yang di sini sesuai selera saya, dan spesial didampingi Kari Domba.

Nasi goreng ini merupakan kuliner khas India yang dimasak dari beras Basmati yang ciri-cirinya kurus panjang. Tekstur nasinya kering dan berminyak dan disantap dengan kari ayam atau sapi. Karena kaya rempah, seperti cengkih, kayumanis, dan pala, Biryani memang memiliki rasa mencolok dan mungkin tak semua orang suka. Saya menjajal Nasi Biryani, dan juga beragam kuliner India lainnya, di Tekka Market di Little India
Nasi Biryani disajikan di atas daun pisang.
Nasi goreng ini merupakan kuliner khas India yang dimasak dari beras Basmati yang ciri-cirinya kurus panjang. Tekstur nasinya kering dan berminyak dan disantap dengan kari ayam atau sapi. Karena kaya rempah, seperti cengkih, kayumanis, dan pala, Biryani memang memiliki rasa mencolok dan mungkin tak semua orang suka. Saya menjajal Nasi Biryani, dan juga beragam kuliner India lainnya, di Tekka Market di Little India
Tekka Center berada di Little India.

Tekka Center – Ground Floor, Bukit Timah Rd, Little India, Singapura. Buka: 06.30-21.00.

4. Roti Prata di Tekka Center

Masih bernuansa India, makanan berikutnya yang kami santap dalam Tur Kuliner Lokal bersama Wok n’ Stroll  di Little India adalah Roti Prata. Orang Indonesia mengenalnya sebagai Roti Canai. Hidangan yang terbuat dari tepung terigu ini ditemani saus kari yang kental dengan cincangan daging sapi dan kaya rempah-rempah; rasanya lebih pedas dari biasanya.

ohelterskelter.com kuliner singapura
Roti Prata porsi besar.

5. Rojak di Tekka Center

ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Berbagai pilihan gorengan untuk Rojak.

Mendengar namanya, sekilas saya terbayang pada potongan mangga dan kedondong  yang berlumur sambal kacang. Ternyata, tidak demikian. Rojak ala India berupa campuran gorengan yang diiris-iris lalu disantap dengan sambal yang terbuat dari kentang tumbuk dan rempah-rempah. Gorengannya bisa berupa bakwan polos, bakwan udang, tahu, sosis, kentang, dan sebagainya. Sekilas mengingatkan pada batagor. Selain itu, dilengkapi juga dengan irisan mentimun dan bawang merah.

ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Rojak ala India.

6. Bak Chor Mee di Tekka Center

Sesuai namanya, Bak Chor Mee adalah hidangan mi yang disajikan dengan daging babi cincang (bak), ati, bakso, potongan otak-otak, dan kuah kaldu. Ya, serupa bakmi atau mi ayam di Jakarta. Biasanya mi yang dipakai ada dua jenis, Mee Pok (mi kuning pipih) dan Mee Kia (mi kuning halus). Ada juga kedai yang menambah potongan jamur, kerupuk pangsit, atau daun selada.

Menurut Satya yang menyantap dengan lahap, Bak Chor Mee di sini enak betul. Saya tidak mencicipi karena tidak makan daging babi.

ohelterskelter.com wisata kuliner singapore
Sekilas mirip Bakmi Bangka.

7. Laksa di Tekka Center

ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Kuahnya menggugah selera.

Laksa merupakan hidangan peranakan yang biasanya terbagi menjadi dua jenis; Curry Laksa yang banyak ditemukan di Singapura dan Assam Laksa di Malaysia. Saya jadi teringat pula pada beberapa jenis laksa yang ada di Indonesia, misalnya Laksa Betawi dan Laksa Bogor. Ciri khas utamanya adalah terbuat dari mi dan kuah santan kuning.

Di Singapura, Curry Laksa memiliki kuah santan yang lebih berminyak dan bihun yang lebih tebal. Pelengkapnya adalah potongan tahu goreng, otak-otak, dan tauge. Saya lebih menyukai Curry Laksa ketimbang laksa di Indonesia karena bumbunya lebih terasa dan lebih gurih, mungkin karena menggunakan kaldu udang.

8. Char Kway Teow di Wing Seong Fatty’s

ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Selalu ramai di jam makan siang.

Hidangan khas Singapura ini terbuat dari mi putih pipih lebar (kita menyebutnya kwetiau) yang ditumis dengan kecap manis, telur, lemak babi, sosis babi, dan otak-otak. Sejarahnya, kwetiau goreng ini sengaja dimasak dengan banyak lemak untuk memenuhi kebutuhan para buruh di masa lampau terhadap makanan murah dan sumber energi.

Char Kway Teow yang saya makan di restoran ini ditumis dengan telur dan daging sapi, juga daun sawi dan tauge, dan rasanya sangat lezat. Apalagi, saya suka kwetiau yang digoreng dengan kecap hingga menghitam. Restoran ini berada tepat di gedung di samping kampus LASALLE.

ohelterskelter.com wisata kuliner singapore
Jadi pengin Kwetiau Goreng.

Bagi umat muslim sebaiknya menanyakan dulu bahan yang digunakan sebelum memesan Char Kway Teow karena kebanyakan restoran yang saya temui menggunakan minyak atau daging babi.

Wing Seong Fatty’s – 175 Bencoolen St, Singapore. Telp: +6563381087. Buka: 12.00-14.30, 17.15-22.15.

ohelterskelter.com wisata kuliner singapura
Bersama Karni Tomer dari Wok n’ Stroll di Tekka Center.

Demikian beberapa kuliner lokal Singapura yang sempat saya cicipi kenikmatannya. Daftar di atas disusun berdasarkan pengalaman dari satu tempat saja, jadi kemungkinan belum tentu dianggap enak bagi orang lain. Tambahan lagi, saya juga belum sempat mencari hidangan serupa di tempat lain untuk membandingkan rasa.

Tentunya daftar lokasi di atas bisa saja berubah kemudian hari apabila saya menemukan restoran atau rumah makan yang menyajikan hidangan lebih enak. Semoga bisa segera kembali ke Singapura lagi untuk berwisata kuliner. Selain makanan di atas, saya seringnya berburu Nasi Lemak dan Nasi Rames untuk vegetarian (ada yang enak banget di Tiong Bahru Market) karena dijamin halal dan tidak usah pusing bertanya-tanya.

Lalu-lalu, apakah ada yang tertarik untuk berwisata kuliner juga di Singapura? Ataukah punya rekomendasi kuliner lokal lainnya yang harus dicoba? Silakan berbagi di bawah, ya.

Total
11
Shares

22 comments

  1. Untuk nasi ayam hainan, aku juga lbh seneng yg singapura punya dr pada yg di malaysia. apalagi kalo kulit ayamnya garing kecoklatan. Kalo yg di malaysia cendrung putih kan yaaa, dan jahenya trlalu strong kadang 🙁

    Tapi untuk nasi lemak, kayaknya ttp lbh enak malaysia punya :D.

    Nah kalo laksa singapur, setuju Ki, jauuuh lbh enak dan gurih. Ga bisa dibandingin ama laksa penang, yg rasa ikannya kuaat banget :p. Kangen kan kulineran di sing jadinya 😀

    1. hola Fanny, iyaaa aku juga suka Nasi Ayam Hainan di Singapura, apalagi laksanya, hehehe.
      kalau untuk urusan nasi lemak, aku paling suka Medan punya, dan nasi uduk Jakarta juga the best.
      ayo ayo berwisata kuliner lagi di Singapura! 🙂

    1. iya Justin, baru cobain sayurnya aja udah enak, apalagi pas makan ayamnya, hahaha. jadi ngiler lagi. 😛

  2. Ini wisata kulinernya enak2 banget ya ampun.
    Salahnya pula saya kesini pas lagi laper soalnya emang lagi jam makan malam. Hahaha.
    Saya sempat nyobain sih Nasi Ayam Hainan.
    Bedanya bukan Nasi Ayam Hainan asli Singapore, tapi dari hasil rajikan kathering di kantor. Hahahah 😆

    Btw, komenku klo dobel dihapus aja ya kak, soalnya tadi sempat komen tapi error. Hahaha.

    1. halo Hans, iya enak-enak kok, makanya isi perut dulu next time baca tulisan kuliner, ya. 😛
      jangan di kantin terus, sekali-kali ke Sings lah, cobain langsung di sana. 🙂

  3. Tiap pesen nasi lemak jarang abis, menurutku nasinya banyak, akunya makannya dikit. Pas di Sin makannya di sekitaran bugis street kalo model ginian, kalo nyari lalapan palingan ke lucky plaza

    1. halo Ainun, iya bener nasi lemak porsi Malaysia dan Singapore tuh banyak banget.
      untungnya di restoran ini sistem prasmanan ambil sendiri, jadi tau porsi makan kita dan gak kebuang-buang. 🙂

    1. haloooo, memang Nasi Ayam Hainan bikin ngiler banget, rasanya pas gurihnya, apalagi yang panggang. wajib dicoba kalau ke Singapura. 🙂

  4. Mba saya pesen semua bisa gak pake Go Food ha-ha-ha

    Saya salfok sama gambar roti prata,disamping nya ada daun pisang yah.

    Kaya budaya lokal Indonesia jg y mba

    1. halooo mas,
      bener banget, soalnya Singapura kan ada percampuran etnis juga, dari Melayu hingga India, jadi mirip-miriplah kulinernya sama Indonesia.
      tapi saya tetep lebih cinta makanan Indonesia, dong. 🙂

  5. Silahkan dicoba, nasi hainam wee nam kee di thomson road, recomended banget … trus yg non halal, song fa bakkut teh di clarke quay … itu 2 makanan wajib aku kalo ke singapore

    1. wah, salam kenal Budi,
      terima kasih atas rekomendasinya, berikutnya bakal coba nasi hainam di thomson road. 🙂

  6. Waktu ke Singapura kemarin cuma sempet nyobain nasi biryani di daerah Bugis sama Nasi Lemak di Canteen Staff Bandara Changi..hehe 🙂
    Semoga kalau ada kesempatan lagi pengen nyoba Rujak..eh Rojak maksudnya 😀

    1. halo fajar,
      iyaaaa, rojak ini kayak semacam batagor deh isi goreng-gorengan campur.
      dan pakai bumbu kacang juga, tapi ada acarnya. 🙂

  7. Itu nasi hainan yang kamu makan halal juga, Ki?

    Kalau sejauh pengalaman gue, nasi lemak Singapura dan Malaysia itu beda. Di SIN, ayam gorengnya pake tepung gitu, dan kacangnya sedikit atau bahkan nggak ada. Di Malaysia, pake ayam goreng dan kacang + ikan berlimpah. Tapi sambelnya sama, rasanya manis dan nggak pedes, sementara gue fanatik pedes hahaha

    1. yes, katanya Halal, sih, dan memang cuma jual ayam kan.

      iyaaa, sebagai penggemar nasi uduk, teteplah yang terbaik menurut gue nasi uduk Indonesia.
      paling sempurna sambel dan lauknya, tuh kan jadi pengin nasi uduk malem-malem, hahaha…

Feel free to ask or to leave a comment...

%d bloggers like this: