“La bonne cuisine est la base du véritable bonheur.*”

-Auguste Escoffier

 

“Wah, itu restoran Jepang punyamu, ya?”



“Iya, dong!”

Sepeda motor kami melaju melewati sebuah restoran Jepang yang menyempil di antara deretan restoran dan kafe di bilangan Gunawarman. Siang itu kami hendak ke Pasar Santa dan saat melihat palang nama restoran itu, saya tersenyum geli karena namanya mirip dengan saya. Yukai.

Selain dipanggil Yuki dan Anggia, saya juga sering dipanggil Yukai oleh teman-teman, sejak kuliah hingga sekarang. Pernah juga dipanggil Yusuf oleh dosen Bahasa Portugis saya, Maria, yang salah membaca buku absensi. Tega benar dia.

Saya tak menyangka perjumpaan singkat dalam perjalanan menuju Santa itu akhirnya berlanjut beberapa minggu kemudian. Setelah mengumumkan pembuatan kategori “Food” di blog ini via Twitter, Meidi Geret Koper langsung mengundang saya untuk santap Minggu siang di restoran Jepang itu. Yang bernama lengkap Yukai Shabu & Sushi.

Di Jakarta, restoran Jepang dapat ditemukan hampir di setiap sudut, entah di pinggir jalan ataupun mal-mal. Sajiannya pun beragam, ada yang khusus menjual ramen, udon, shabu, sushi, atau kombinasi kesemuanya. Namun, ada satu hal yang membedakan Yukai dengan restoran Jepang lain. Yukai adalah restoran pertama yang menciptakan istilah “Quick Shabu”, yaitu cara santap shabu-shabu tanpa perlu memasak sendiri seperti pada restoran umumnya. Di sini, shabu-shabu disajikan dengan matang dan bisa langsung dicelupkan ke Ponzu Sauce-nya—ditambah irisan daun bawang dan cabai rawit merah serta bawang putih dan lobak putih yang dihaluskan. “Rasa Ponzu di sini tidak sama dengan restoran shabu lainnya karena kami punya resep rahasianya,” ungkap Mba Indah, salah satu pemilik Yukai.

Yukai juga merupakan restoran pertama yang melayani delivery shabu dan sushi di Jakarta. Berawal dari jasa catering yang berdiri pada tahun 2009, Yukai kini memiliki banyak pelanggan setia. Sebut saja Jusuf Kalla dan Inneke Koesherawati. Untuk delivery, lucunya mereka pernah mendapat pesanan dari Bandung, oleh seorang ibu hamil yang ngidam shabu-shabu. Bahkan, shabu-shabu Yukai pernah dibawa hingga ke Ambon oleh salah satu pelanggannya.

Quick Shabu dengan Ponzu Sauce spesial Yukai Shabu & Sushi
Salmon Quick Shabu
Wagyu Quick Shabu

Dengan harga enam puluh lima ribu rupiah, kita dapat menikmati semangkuk Wagyu Quick Shabu, menu andalan Yukai, dengan puas. Nikmatilah sensasi rasa yang berbeda dan empuknya daging sapi dengan tambahan udon, tofu, sayuran, bakso sapi, bakso ikan, dan jamur Shiitake. Jika tidak menyukai daging sapi—seperti saya—bisa juga memesan Mix Seafood Quick Shabu dan Salmon Quick Shabu.

Setelah tiga mangkuk Quick Shabu tersaji di meja, saya pun tak sabar menanti menu lainnya. Satu demi satu pinggan sushi pun datang, mulai dari California Unagi Combo, Baked Salmon Mentai, Crunchy Salmon, Yukai Roll, Vegan Sushi Combo, hingga California Roll. Favorit saya tentu yang bernama mirip dengan saya, Yukai Roll, yang berisi salmon, kani, dan cream cheese dengan Thousand Island & Unagi Sauce. Bagi penyuka sayuran, wajib mencicipi Vegan Sushi Combo yang berisi chuka wakame, crunchy roll, temaki tofu, dan salad gunkan (wortel, kol, dan kyuri) dengan Goma Sauce. Di balik semua menu lezat itu, ada sosok Mba Indah yang selalu siap menciptakan kreasi baru untuk Yukai Shabu & Sushi.

Vegan Sushi Combo
Baked Salmon Mentai
Crunchy Salmon
Aneka sushi roll di Yukai Shabu & Sushi
California Unagi Combo

Bagi pecinta udon, cobalah Chicken Katsu Yaki Udon dan Wagyu Yaki Udon yang spesial karena bisa diatur tingkat kepedasannya, dari level 1 hingga 10. Bagi yang tidak bisa lepas dari nasi, bisa juga mencoba Chicken Yakiniku Set dan Wagyu Yakiniku Set—nasinya yang ditaburi wijen hitam terasa sangat lembut.

Setelah puas mencomot makanan dari sana dan sini, saya pun menyesap minuman yang hampir selalu ada di restoran Jepang, Ice Milk Tea. Ternyata rasanya sangat enak, tidak seperti Ice Milk Tea di restoran lain yang biasanya terlalu encer atau kurang terasa tehnya.

Wagyu Yaki Udon dan Chicken Katsu Yaki Udon
Chicken Katsu Yaki Udon dengan topping jamur Shiitake dan wijen
Wagyu Yakiniku Set
Crispy Chicken Teriyaki
Minuman bisa ditambah topping Bubbly atau Earl Grey Jelly

Untuk urusan minuman, ternyata Mba Indah juga rajin bereksperimen dengan bahan-bahan yang sedang disukai masyarakat. Sebut saja Rum Raisin, Butterscotch, Hazelnut Cappuccino, Turkish Delight, Strawberry Shortcake, Milo Kahlua, dan lain-lain. Jika ingin memesan atau penasaran dengan menu lainnya, bisa mengecek situs Yukai di sini.

Semua sibuk dengan mangkuk masing-masing!
Terima kasih Meidi atas undangannya. 🙂

Walaupun tidak terlalu luas—terdiri dari dua ruangan kecil yang ada di lantai dua—suasana nyaman dan santai di Yukai selalu membuat kita ingin kembali. Entah untuk makan-makan atau sekadar jajan dan menikmati es sambil menonton televisi—seperti yang sering dilakukan Meidi. Mba Indah berkata bahwa ia sempat merasa minder karena kapasitas restorannya yang terbatas, tetapi pelanggan setianya malah berkata, “Restoran di Jepang juga kecil-kecil, kok!” Hal itulah yang menyemangatinya untuk terus meningkatkan kualitas restoran yang berdiri sejak tahun 2012 ini.

Dessert time: Banana Katsu with Caramel Sauce and Ogura Ice Cream
Banana Katsu with Nutella Sauce and Matcha Ice Cream, my favorite!
Dikasih Es Krim Matcha lagi sama Mba Indah, arigatou!
Mas Boim dan Mba Indah

Hidangan pencuci mulut yang saya nanti-nantikan pun tiba, Banana Katsu with Nutella Sauce served with Matcha Ice Cream. Renyahnya pisang goreng keju yang berlumur Nutella dipadu dengan segarnya es krim matcha membuat siang yang terik itu terasa menyejukkan. Selain Nutella Sauce, kita juga bisa memilih Caramel, Mozzarella, atau Almonds SauceMatcha juga dapat diganti dengan es krim Ogura (kacang merah). Seperti nama restoran ini yang berarti happy, saya pun pulang dengan happyHappy tummy!

 

Yukai Shabu & Sushi – Jalan Gunawarman No. 75, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telepon: 021-68552547. Buka: 11.00-23.00 WIB (tutup tiap Senin).

 

*Good food is the foundation of genuine happiness.

 

Photos: @tamagraph