5 Alasan Kembali ke Hokkaido; Nomor 1 Ramen!

hokkaido

Selalu ada alasan untuk kembali ke Hokkaido, pikir saya sepulang dari perjalanan selama delapan hari ke Hokkaido tepat satu tahun yang lalu. Perjalanan itu memang begitu berkesan, penuh kejutan dan pengalaman menegangkan. Mulai dari jalan kaki lebih dari sepuluh kilometer di tengah salju hingga tidak membayar ongkos angkutan umum karena kehabisan uang kecil. Rasanya saya masih berutang untuk kembali ke Hokkaido.

Mengenang petualangan musim dingin itu juga membuat saya merindukan salju. Rindu merasakan salju yang mencair di kulit; mendengar bunyi kras kres kras kres saat boots saya menginjak es. Hawa dingin tak pernah menyurutkan kegembiraan saya.

asahiyama zoo penguin walk
Senangnya melihat Penguin Walk di Asahiyama Zoo
hokkaido
Yang ini bukan penguin
hokkaido
Hokkaido terkenal dengan hidangan lautnya!

Saya pun tambah gembira saat menemukan paket wisata murah ke Jepang, khususnya ke Hokkaido, dari Cheria Travel. Sejak tahun lalu saya sudah dengar bahwa beberapa negara Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, gencar mempromosikan wisata halal. Cheria Travel seperti menjawab kebutuhan para pejalan terhadap alternatif wisata halal.

Saat berada di Sapporo, ibu kota Hokkaido tahun lalu, betapa sulitnya saya mencari mencari makanan halal karena keterbatasan informasi. Kini, hal itu tak jadi masalah. Rasa-rasanya saya ingin sekali kembali ke Sapporo untuk berburu ramen, makanan Jepang favorit saya. Jadi, ini dia 5 alasan saya ingin kembali ke Hokkaido.

1. Berburu Ramen di Sapporo Ramen Alley

Dulu hanya sempat menghabiskan satu malam di Sapporo, dan sibuk mencari oleh-oleh. Karena itu, baru sekitar jam enam sore saya mendatangi Sapporo Ramen Alley atau Ganso Sapporo Ramen Yokocho yang sudah berdiri sejak tahun 1951 di wilayah Susukino. Konon, Miso Ramen berasal dari sini, yang kemudian dikenal sebagai Sapporo Ramen! Penasaran banget, kan, dengan kedai ramen autentik di gang sempit ini. Namun, dari beberapa kedai yang saya intip dan masuki; semua memakai daging babi sebagai bahan utama kaldunya. Pupuslah harapan.

Tapi, di ujung gang saya melihat sebuah kedai bertuliskan “Halal OK!”. Saya langsung sumringah dan mendorong pintu gesernya! “Sorry, close!” sambut sang pemilik kedai. Saya memohon dengan alasan cuma makan sebentar, malah dibalas dengan, “comeback tomorrow!

Besok pagi saya pulang, Pak…, isak saya sambil menutup pintu. Ternyata, selama musim dingin kedai ramen di sini tutup lebih awal, pukul enam sore. Ramen Chanya menyediakan ramen berbahan utama sayur–cocok untuk vegetarian, dan memakai daging ayam dan ikan tuna sebagai pengganti daging babi. Sementara, kaldunya hanya terbuat dari rumput laut.

ramen chanya
Ramen Chanya yang bikin ngiler! (source)
hokkaido
Ramen Chanya yang tutup :(
hokkaido
Sapporo Ramen Alley

Karena itu, saya harus kembali ke Ramen Chanya! Dan pastinya, kalau pergi bersama Cheria Tour Travel, kita bisa diajak ke berbagai restoran Jepang halal lain di Susukino, kan?

2. Mengeksplor Titik Paling Selatan Hokkaido: Hakodate!

Hakodate terkenal sebagai pintu gerbang orang Jepang untuk memasuki Pulau Hokkaido. Tak heran ia menjadi salah satu kota terbesar dan paling ramai di Hokkaido. Pariwisatanya juga berkembang pesat. Banyak destinasi menarik di sini, mulai dari kuil dan bangunan bersejarah, taman nan megah, hingga kereta gantung menuju Gunung Hakodate.

Tapi, pertama-tama wajib main ke Goryokaku Park. Awalnya Goryokaku merupakan benteng yang dibangun pada 1855 (akhir Zaman Edo) oleh Takeda Hisaburo untuk melindungi Selat Tsuragu dari serangan militer Rusia. Benteng ini berbeda dengan benteng Jepang pada umumnya karena terinspirasi oleh arsitek Prancis, Vauban. Bentuknya yang seperti bintang tidak hanya terlihat cantik, tapi berguna untuk memperbanyak lokasi penempatan senjata dan meriam.

hokkaido
Goryokaku Park (source)
hokkaido
Red Brick Warehouses (source)

Red Brick Warehouse berada tidak jauh dari Pelabuhan Hakodate, yang merupakan salah satu pelabuhan Jepang yang paling awal dibuka untuk perdagangan dengan bangsa asing pada Zaman Edo (1600–1867). Ketika itu, banyak bangunan batu bata yang dibikin menjadi pusat perdagangan di sepanjang garis laut. Kini gedung tua ini diubah menjadi pusat hiburan, pertokoan, restoran, hingga kapel untuk pernikahan!

Tak lengkap kalau ke Hakodate tanpa singgah di Mount Hakodate. Dan asyiknya, kita bisa naik ke sana dengan kereta gantung! Gunung setinggi 334 mdpl ini merupakan tempat terbaik menyaksikan pemandangan Hakodate di kala malam, apalagi kalau bersama pasangan. Memandangi kilau lampu-lampu dan kapal di kejauhan bakal jadi kenangan manis. Kalau lapar, tinggal jalan dikit ke kafe-kafe yang tersedia.

3. Bertualang di Toya National Park

Setelah menjelajahi Akan National Park tahun lalu di Kushiro, sekarang saya ingin ke Toya National Park. Ini adalah taman nasional terdekat dari Sapporo dan menawarkan banyak atraksi, mulai dari danau dan gunung vulkanik hingga pemandian air panas (onsen). Kita bisa menikmati suasana di Lake Toya dan Mount Showa, gunung muda yang timbul karena gempa pada tahun 1943-1945. Namanya diambil dari nama Kaisar Showa yang memimpin kala itu.

hokkaido
Mt. Showa saat musim dingin (source)
hokkaido
Lake Toya yang dikelilingi pegunungan (source)

4. Menelusuri Suku Asli Hokkaido di Ainu Village

Masih termasuk dalam wilayah Toya National Park, terdapat sebuah kota bernama Noboribetsu. Di sini kita bisa mengunjungi Bear Ranch. Dibangun pada tahun 1958, di sini kita bisa melihat berbagai jenis beruang Hokkaido yang berwarna cokelat menggemaskan. Setelah itu, kita bisa mengetahui seluk beluk ninja dan sejarah Zaman Edo di Noboribetsu Date Jidaimura. Di taman hiburan ini semuanya didesain sesuai dengan Zaman Edo, mulai dari pertokoan, kampung samurai hingga pertunjukan para ninja.

hokkaido
Beruang Hokkaido! (source)
hokkaido
Seperti pindah ke Zaman Edo! (source)
hokkaido
Tarian khas Ainu (source)

Di Ainu Village, yang disebut juga Shiraoi Ainu Museum atau Porotokotan, kita bisa mengetahui seluk beluk suku bangsa asli di Hokkaido, yaitu Ainu. Museum terbuka yang dirancang seperti desa Suku Ainu ini terdiri dari lima rumah tradisional yang melambangkan masing-masing budaya dan gaya hidup Ainu. Di rumah terbesar kita bisa menyaksikan pertunjukan tari dan musik tradisional Ainu. Asal tahu saja, tarian tradisional yang dipersembahkan untuk mengiringi kepergian arwah beruang ini diresmikan sebagai Warisan Budaya Bukan Benda UNESCO pada tahun 2009.

Di rumah-rumah lainnya kita bisa melihat perkakas rumah tangga atau mengikuti kegiatan membuat kerajinan tangan seperti ukiran kayu dan bordir; belajar menari dan membuat alat musik Ainu; dan membuat masakan khas Ainu. Kalau sudah puas menelusuri sejarah dan budaya Ainu, jangan lupa juga membeli suvenir khas Ainu.

5. Menikmati Malam Romantis di Otaru, Amsterdam van Japan

Otaru terkenal sebagai kota yang romantis. Bergandengan tangan malam hari di sepanjang kanal di antara temaram lampu taman, apalagi pada musim dingin, pasti jadi pengalaman tak terlupakan–karena dinginnya!

Selain terkenal dengan keindahan kanalnya, Otaru juga memiliki banyak suvenir khas yang cocok untuk jadi oleh-oleh, yaitu kotak musik dari Music Box Museum yang bernuansa Eropa banget dan suvenir berbahan kaca dari Kitaichi Glass Park. Selain menjual barang-barang khasnya, kedua tempat ini menawarkan kelas prakarya untuk pengunjung. Kapan lagi bisa membuat kerajinan tangan dari kaca, bukan? Keduanya berada di Sakaimachi Street, yang dikenal sebagai kota pelabuhan pada awal tahun 1900-an dan bangunannya sangat terpengaruh oleh arsitektur Eropa. Jadi, suasana di sini bakal terasa beda banget dengan kota lain di Jepang.

hokkaido
Kanal Otaru (source)
hokkaido
Suvenir serba kaca! (source)
hokkaido
Music Box Museum (source)
hokkaido
Pembuatan Shiroi Koibito Cookies! (source)

Sepulang dari Otaru, kita akan kembali lagi ke Sapporo untuk pulang. Nah, sebelumnya, harus mampir dulu ke Shiroi Koibito Park. Pernah dengar Shiroi Koibito Cookies? Ini adalah cookies berlapis cokelat putih yang menjadi oleh-oleh favorit di Hokkaido. Nah, Shiroi Koibito Park adalah taman hiburan yang dibuat oleh pabrik cokelat Ishiya. Di sini kita bisa melihat pembuatan cookies dan cokelat, juga belanja di toko dan makan-makan di kafenya. Pokoknya, puaskanlah membeli oleh-oleh–hal yang selalu diminta sama orang rumah.

Hm, sepertinya perjalanan delapan hari bersama Cheria Travel ini bisa jadi pengalaman yang seru banget. Apalagi, untuk urusan budget, Cheria Travel terbuka sekali untuk penyesuaian paket yang ingin kita ambil; dengan akomodasi bintang 3 hingga 5. Untuk paket wisata halal di Jepang pun banyak pilihan, mulai dari Tokyo, Osaka, Yokohama, Nagasaki, dan lain-lain.

Ayo, tunggu apa lagi! Mari sama-sama menyantap ramen halal di Hokkaido!

14 Comment

  1. Ternyata menarik vanget yaa hokkaido ini, semua lengkap ada disana.
    Pinguin nya lucu bangey, semoga ada rejeki kesana :)

    1. menarik banget, kakcum. berhubung aku suka salju, penginnya selalu ke sana pas saljuan, hahaha.
      amin amin, semoga bisa kayak ke Korea tiap tahun, berikutnya ke Jepang tiap tahun. :*

  2. jadi tambah penasaran pengen ke hokkaido. seru banget kayaknya kesana pas winter

    1. betul banget, Lia.
      Hokkaido ini luas banget dan banyak banget destinasi yang bisa dikunjungi, dan terkenal juga dengan banyaknya resort ski. :)

  3. Jelte says: Reply

    To be honest I never heart about Hokkaido before, but this looks really amazing! The Goryokaku Park looks so impressive from above.

    I also read on the internet that the powdersnow is perfect for snowboarding. This would be perfect to combine skitrip with exploring the culture and food. And I noticed that the area is not so high compared to other ski area’s. Is their always snow Hokkaido or does it depend on the season and weather?

    1. Hokkaido is very famous for its ski resort, like Niseko and Furano.
      the winter usually comes earlier than other parts of Japan, it starts snowing by November I guess and the snow is very thick and sometimes snow storms occur during Dec-Jan.
      but yes, the culture is very unique as this island is close to Russia. :)

      1. Jelte says: Reply

        wow! Niseko looks very awesome! And perfect for snowboarding. I would love to go there one day. I can imagine it must be great to go on wintersport and also enjoy the Japanese food every day ?

        1. exactly, it’s a heaven for snowboarder. :)

  4. AMIR says: Reply

    Jepang memang keren, selain banyak wisata wisata menarik, Jepang juga semakin terbuka dengan wisatawan muslim. Yang paling saya suka dari orang Jepang adalah budaya produktif dan gemar membaca, sehingga masyarakatnya hidup makmur

    1. iya, makin ke sini Jepang makin sadar akan potensi wisatawan muslimnya, karena itu mereka juga berusaha mengembangkan promosi wisata halal.
      dan betul, kalau ke Jepang tuh bikin kita mau enggak mau belajar jadi lebih disiplin dan teratur, enggak asal nyeberang atau antri, enggak asal buang sampah. :)

  5. seru banget ya saljuuuu, fotonya bagus banget. Aku pengen tapi takut masuk angin hahaha 😀

    1. seru banget, gue kalau ke luar negeri selalu ngincer salju karena enggak ada di Indonesia, hahaha.
      tips supaya enggak masuk angin, semua atasan dimasukin ke stoking atau leging, jadi enggak ada udara yang masuk. 😛

  6. aku jd galau, bisa ga sih ke hokkaido ini PP naik shinkansen :D.. cuma pgn makan ramennya itu sih Ki… kok kyknya enak yaa… sebenernya ada 1 hr kosong pas aku kesana nanti feb bsk… tapi kyknya ga mungkin ya kalo cuma sehari…hokkaido ga kumasukin sih dlm Itin.. cuma tokyo, kanazawa, shirakawa, osaka, kobe, miyajima , hiroshima.. -__- .. sbnrnya pengen bgt bisa ke hokkaido secara saljunya lbh tebel.. tp waktunya ga cukup.. cuma 10 hr soalnya..

    1. beuh, wajiblah makan ramen khas Sapporo, Fanny.
      naik Shinkasen sih bisa aja cuma lumayan aja makan waktunya, memang harus sediakan beberapa hari sih untuk eksplor Hokkaido, paling enggak Sapporo, Hakodate, dan Otaru yang berdekatan. jadi kalau niat, harus merelakan kota lain dari list yang kamu bikin. :)

Leave a Reply to Jelte Cancel reply

four + 5 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>