“Udah sampai manaaah?” tiba-tiba iPhone saya bergetar, pertanda ada pesan masuk.

Dari Meidi Geret Koper.

“Slipi,” balas saya.

Saya pun melirik jam tangan saya, bukan Pak Supir Transjakarta. Sudah pukul sepuluh tepat. Workshop Skyscanner di Hotel Pullman Central Park tampaknya akan segera dimulai. Lima belas menit lagi saya akan tiba. Untung jalan raya di hari Sabtu ini lumayan lengang. Tak berapa lama saya pun turun di Halte Central Park. Melangkah cepat-cepat sambil beberapa kali menyalip pasangan yang suka merasa dunia milik berdua.

Begitu sampai di dalam mal, saya menghampiri Pak Satpam, “Pak, ibu saya hilang.” Bukan, bukan itu. Saya bertanya di mana letak Ballroom Hotel Pullman. Pak Satpam baik hati menyuruh saya naik lift yang terletak di ujung mal, dekat Sogo, yang akan mengantarkan saya langsung ke ballroom di lantai L.

Beberapa menit berlalu sebelum saya tiba di lantai teratas hotel. Saya melangkah keluar lift dan mengikuti mata batin hingga sampai di ballroom. Saya pun langsung menghampiri meja registrasi, padahal sempat tergoda untuk mengambil kopi dulu, dan roti, dan kue, dan sandwich yang sudah tersaji dengan indah dan menggugah iman.

Ternyata saya berdiri tepat di belakang seorang pria macho yang rasa-rasanya sudah saya perhatikan–bukan stalking–di Twitter. Ia adalah Dede (@sukmadede). Setelah menuliskan nama, e-mail, dan nomor telepon, saya mendapatkan selembar kupon yang bertuliskan nomor meja serta bangku, yang juga merangkap sebagai nomor undian. Kenapa tidak sekalian nomor togel? Saya mendapat Meja 12!



Setelah melirik-lirik suasana sekitar, saya pun menemukan Meidi. Kami berbasi-basi sebentar, lantas saya digiring untuk bertemu Adie (@adieriyanto) yang termahsyur di lini masa Twitter itu. Yang sebelumnya berkata akan mentraktir saya es krim di Hong Tang. Ternyata, orangnya unik dan berkumis tipis. Sekitar 30 menit saya habiskan dengan mingle ke sana-sini dan berkenalan dengan banyak orang. Jujur saja, saya terbilang anak bawang dalam dunia travel blogger di Indonesia. Senang sekali bisa datang ke acara-acara seperti ini dan bertemu banyak orang (terima kasih Skyscanner!).

Sekitar pukul 10.30 lewat, para peserta, baik travel blogger maupun media, diminta masuk ke dalam ruangan ballroom dan menempati barisan bangku di depan panggung yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu tinggi. Saya duduk di barisan ketiga bersama Meidi, Adie, dan Juanita (@posithinkjoe) yang saya kenal saat mengikuti Travel Blog di Wego.

Bersama Meidi yang hobi geret koper! (photo by @adieriyanto)
Bersama Meidi yang hobi geret koper! (photo by @adieriyanto)

Acara workshop “Smart Travel Planning” pun dimulai dengan sambutan dari Tika Larasati, Marketing Manager Skyscanner Indonesia. Ia menjelaskan tentang asal usul Skyscanner sekaligus fitur-fitur andalannnya. Sebenarnya, saya belum terlalu lama mengenal Skyscanner dan belum pernah menggunakannya. Jadi, informasi itu sangat membantu saya.




Lalu, apa itu Skyscanner? Mari kita lihat sontekan dari press release-nya.

  • Skyscanner adalah situs pencarian perjalanan global terkemuka yang menawarkan layanan pencarian penerbangan yang objektif, komprehensif, dan gratis serta perbandingan daring instan untuk hotel dan penyewaan mobil.
  • Setelah diluncurkan pada tahun 2003, Skyscanner telah membantu 25 juta pengunjung unik setiap bulan untuk menemukan penawaran-penawaran terbaik melalui teknologi yang kuat. Skyscanner juga telah membangun aplikasi mobile.
  • Dengan lebih dari 400 karyawan yang mencakup 35 negara di enam kantor global–Edinburgh, Glasgow, Singapura, Beijing, Miami, dan Barcelona–Skyscanner memberikan perhatian besar terhadap cakupan penerbangan global dengan pencarian yang tersedia di lebih dari 30  bahasa dan 70 mata uang.
  • Aplikasi mobile highly-rated gratis Skyscanner tersedia untuk iPhone, iPad, Android, Windows Phone, Blackberry, dan perangkat Windows 8 dan telah diunggah lebih dari 30 juta kali.
  • Kamu dapat mengakses Skyscanner di www.skyscanner.co.id, Facebook SkyscannerIndonesia, dan Twitter @SkyscannerID.

Selain itu, Skyscanner juga memiliki fasilitas info harga untuk mendapatkan perkembangan perubahan harga tiket pesawat melalui e-mail, fitur pencarian ke mana saja untuk memberikan inspirasi tujuan wisata termurah di seluruh Indonesia ataupun dunia, filter pencarian tiket untuk jumlah perhentian, lama perjalanan, lama keberangkatan, dan pilihan maskapai agar pengguna dapat memilih penerbangan terbaik sesuai kebutuhan. Selain tiket pesawat, kita juga bisa mencari informasi seputar hotel dan sewa mobil di Skyscanner.

Dalam acara ini, turut hadir pula Anna Evrida Dartania (Senior Manager Digital Marketing Garuda Indonesia), Dimas Surya Yaputra (Co-founder & Commercial Director Tiket.com), dan Ratna Suranti (Direktur Pencitraan Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Mereka turut berbagi informasi mengenai perkembangan penjualan tiket pesawat secara daring dan dunia pariwisata Indonesia yang semakin berkembang.

Setelah bincang-bincang santai dan sesi tanya-jawab, acara pun dilanjutkan dengan games. Saya tentu saja tidak ikut karena games-nya harus menggunakan aplikasi mobile Skyscanner, yang sayangnya belum saya unggah di iPhone saya. Walaupun permainan cukup rumit, banyak peserta yang bersemangat mengikutinya dan mendapatkan hadiah berupa voucher.

Suasana di dalam ruangan yang semakin dingin membuat saya sempat menggigil, untunglah waktu makan siang tiba. Semua peserta keluar dan mulai mengantre. Saya menyantap salad yang sangat lezat sebagai pembuka. Kemudian, mengobrol dengan sesama travel blogger, seperti @satyawinnie, @Nugisuke, @oli3ve, @ubermoon, dan kawan-kawan.

 

Travel blogger Indonesia (photo by @wiranurmansyah)
Travel blogger Indonesia (photo by @wiranurmansyah)
photo by @adieriyanto
(photo by @adieriyanto)

Setelah salad tandas, saya dan Meidi mengantre hidangan utama dan tak ketinggalan dessert. Kami melahapnya di dalam ruangan agar lebih santai, menumpang di Meja 22. Di sinilah saya bertemu dengan Angel (@silverpen18), Fika (@fikriyahwinata), Drivo (@drivojansen), dan Tama (@tamagraph). Sebenarnya saya mendapat Meja 12, tetapi karena tampak tidak ada penghuninya, saya pun bergabung di Meja 22.

Tak lama MC meminta para peserta menempati mejanya dan mulai merangkai visual board yang berisi rencana perjalanan liburan kelompok yang bersangkutan. Tiba-tiba saya merasa sedang memakai rok abu-abu dan membuat Mading di sekolah. Kemudian, saya akan punya pacar tampan bernama Rangga dan berburu buku di Kwitang.

Karena bertema “Smart Travel Planning”, setiap kelompok diminta menggunakan anggaran 5 juta Rupiah untuk modal membeli tiket pesawat dan hotel. Tentu saja melalui situs pencarian Skyscanner. Karena kabur ke toilet, saya ketinggalan prosesi pungut suara. Tahu-tahu kelompok saya, Meja 22, memutuskan untuk membuat Trip ASEAN. Kami masing-masing akan pergi ke kota-kota di ASEAN dan pada hari terakhir bertemu di Singapura untuk berjalan-jalan bersama. Romantis, bukan? Ya, kalau berdua sama pacar.

Fika yang paling bersemangat membagi tugas. Saya mencari-cari foto atau gambar dari majalah yang disediakan, begitu pula si Sadewa Tama yang sepanjang hari menjaga imej agar tetap cool. Drivo mulai menggunting kertas origami dan menempelnya ke papan Styrofoam. Angel, yang ternyata bekerja di agen travel Jepang, sibuk mengakses Skyscanner di komputer dengan gesit untuk mencari tiket.

Ceritanya, saya memilih Thailand sebagai tujuan liburan saya, Fika ke Brunei Darussalam, Drivo ke Kamboja, Angel ke Penang, dan Sadewa ke Pasar Santa Myanmar. Nantinya, visual board ini akan dilombakan dengan hadiah voucher sebesar 2 juta Rupiah dari Garuda Indonesia untuk masing-masing peserta. Rencananya, sih, kalau menang kami akan menggunakannya untuk mewujudkan liburan sesuai visual board kami. Yeay!

Fika, Angel, Yuki, Drivo, Sadewa, Mba Tika.
Fika, Angel, Yuki, Drivo, Sadewa, Mba Tika (photo by @discoverurindo)
Goodie bag keren!
Goodie bag komplit!

Terima kasih sekali lagi kepada Skyscanner yang telah mempertemukan para travel blogger dalam ajang yang menyenangkan ini. Terima kasih kepada Angel yang telah bersuka hati menemani saya hingga tengah malam saat saya memborong 11 tiket pesawat Garuda Indonesia di acara Garuda Travel Fair 2014 kemarin di JCC Senayan. Terima kasih kepada Sadewa Tama yang menemani saya berburu tiket dan mengajak saya ke peluncuran buku The Dusty Sneakers di Post – Pasar Santa, yang berlanjut dengan makan-makan dan obrol-obrol seru bersama kedua penulisnya, Teddy dan Maesy, dan Geng Rasuna yang riang gembira!

Bersama Teddy & Maisy The Dusty Sneakers
Bersama Teddy & Maesy The Dusty Sneakers

p.s. jangan lupa vote kelompok kami, yaaa! ;’)